Jelang Laga Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia 2025, Brasil Tebar Sinyal Bahaya

Jelang Laga Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia 2025, Brasil Tebar Sinyal Bahaya

Timnas Brasil U-17 sudah menebar sinyal bahaya bagi Timnas Indonesia, menjelang Piala Dunia 2025di Aspire Zone Sports Complex, Al-Rayyan, Qatar, mulai 3–27 November 2025-Tangkapa Layar Intagram@timnasindoenesia-

Jika bisa meraih hasil positif melawan Zambia dan Honduras, peluang timnas Indonesia U-17 untuk lolos ke babak selanjutnya tetap terbuka, meski menghadapi raksasa Brasil di laga kedua.

Selain itu, BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat sepanjang November 2025 hingga Februari 2026.

BACA JUGA:Jadwal Piala Dunia U-17 FIFA Qatar 2025, Berikut Daftar Lengkap Grup A-L

BACA JUGA:Harry Kane Pertimbangkan Hengkang dari Bayern Munich, Barcelona Siap Jadi Pelabuhan Baru!

Timnas Indonesia U-17 dan seluruh peserta turnamen harus siap menghadapi kondisi cuaca yang dapat memengaruhi jalannya pertandingan.

Nova Arianto Ungkap Alasan Nicholas Mjosund Gagal Perkuat Timnas U-17 di Piala Dunia 2025

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto, akhirnya menjelaskan alasan batalnya Nicholas Mjosund, pemain berdarah Indonesia–Norwegia yang dijuluki titisan Erling Haaland, memperkuat Garuda Asia di Piala Dunia U-17 2025.

Menurut Nova, Mjosund sebenarnya masuk dalam rencana tim, namun kendala utama muncul dari jadwal kedatangannya yang terlalu mepet.

Pemain muda yang kini membela Rosenborg SK baru bisa bergabung hanya dua hari sebelum kick-off turnamen.

BACA JUGA:Mike Rajasa Memukau! Pemain Diaspora Pilihan Nova Arianto Terbukti Tepat, Brasil U-17 Tak Mau Kalah

BACA JUGA:Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs Persis Solo di Super League 2025/26: Sudah Saatnya Pesta Gol?

“Waktu dua hari jelas tidak cukup untuk membangun chemistry antarpemain,” ujar Nova dalam konferensi pers virtual, Minggu lalu.

“Karena itu, kami akhirnya memutuskan untuk tidak menyertakan Nicholas ke dalam skuad.”

Nova menambahkan, Timnas U-17 memang membuka pintu bagi sejumlah pemain diaspora untuk mengikuti seleksi di Bali. Namun, kendala administratif serta faktor nonteknis seperti sekolah dan komitmen klub, membuat proses ini tidak mudah.

“Nicholas sudah masuk dalam skema kami untuk Piala Dunia,” jelas Nova.

“Tapi dengan jadwal sekolah dan klub yang padat, ia baru bisa bergabung dua atau tiga hari sebelum keberangkatan ke Qatar. Waktu sesingkat itu terlalu singkat untuk membangun koordinasi di lapangan.”

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads