Sepak Bola Malaysia Panas: 13 Pejabat Senior FAM Diduga Terlibat Praktik Naturalisasi Pemain Secara Ilegal
Investigasi khusus di Malaysia mengguncang dunia sepak bola regional, setelah terungkap bahwa 13 pejabat Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) diduga terlibat dalam praktik naturalisasi pemain secara ilegal-Tangkapan layar Instagram@famalaysia-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Investigasi khusus di Malaysia mengguncang dunia sepak bola regional, setelah terungkap bahwa 13 pejabat Asosiasi sepak bola Malaysia (FAM) diduga terlibat dalam praktik naturalisasi pemain secara ilegal.
Komite investigasi yang dipimpin mantan Ketua Mahkamah Agung, Tun Md Raus Sharif, menyimpulkan adanya pelanggaran sistematis dalam proses persetujuan kewarganegaraan pemain yang tidak sesuai dengan standar hukum.
Banyak dokumen yang diperiksa menunjukkan indikasi penipuan dan telah ditandatangani, serta disetujui oleh pejabat senior FAM.
BACA JUGA:Liverpool Bikin Gebrakan di Bursa Transfer: Bidik Bek Tangguh Inter Milan dengan Tawaran Rekor Dunia
Jurnalis Pola Singh melaporkan bahwa 13 pejabat yang terlibat disarankan untuk mundur secara sukarela, guna meminimalkan kerusakan reputasi Federasi, sebelum tindakan hukum lebih lanjut diterapkan.
Salah satu nama yang mencuat adalah mantan Presiden FAM, Datuk Joehari, yang mundur pada Agustus lalu, beberapa hari sebelum FIFA menjatuhkan larangan terhadap Malaysia.
Menurut sumber, Joehari telah mendapat informasi awal mengenai investigasi internal dan memilih mundur untuk meredakan tekanan publik.
Sebelumnya, mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengkritik keras FAM.
“Sebagian orang di Federasi merasa mereka bisa lolos dari tanggung jawab, serta menyerukan agar individu yang memanipulasi proses naturalisasi pemain diproses hukum," kata Mahathir Mohamad.
FAM, di tengah gelombang protes penggemar, membentuk komite investigasi independen sejak 4 November dengan janji akan mempublikasikan hasil penyelidikan beserta identitas para pelanggar secepat mungkin.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Hannah Yeoh, menekankan perlunya transparansi, meminta FAM untuk “tidak menutup-nutupi dan tidak menunda” dalam menangani kasus ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
