Geger Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Pertama New York Dituding 'Komunis' dan Terancam Diusir dari Amerika

Geger Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Pertama New York Dituding 'Komunis' dan Terancam Diusir dari Amerika

Calon Wali Kota New York, Zohran Mamdani.-Tangkapan layar/Twitter/X-

Denaturalisasi: Senjata Politik yang Jarang Digunakan

Proses denaturalisasi atau pencabutan kewarganegaraan seseorang di AS merupakan langkah ekstrem yang hanya bisa dilakukan lewat perintah pengadilan federal. Biasanya diterapkan terhadap mantan anggota Nazi atau pelaku terorisme yang terbukti berbohong saat naturalisasi.

BACA JUGA:Sengketa Tanah JK dengan GMTD Tenyata Kasus Lama, Menteri Nuson: ATR/BPN Kini Berbenah

Pakar hukum imigrasi Jeremy McKinney menilai langkah yang diambil Partai Republik ini nyaris tak mungkin berhasil.

“Denaturalisasi adalah upaya ekstrem yang memerlukan bukti jelas dan meyakinkan bahwa seseorang berbohong dalam aplikasinya. Dalam kasus Mamdani, bukti itu tidak ada,” ujar McKinney, sebagaimana dikutip dari CNBC.

“Saya tidak melihat dasar hukum yang kuat untuk mencabut kewarganegaraannya.”

Salah satu dasar serangan terhadap Mamdani adalah keanggotaannya di Democratic Socialists of America. Namun, para akademisi menegaskan DSA tidak bisa disamakan dengan partai komunis.

“Kaum sosialis demokratis menolak permusuhan komunis terhadap demokrasi perwakilan, serta menolak kontrol total negara atas alat produksi,” jelas Harvey Klehr, sejarawan komunisme dari Emory University.

Dengan demikian, tuduhan bahwa Mamdani melanggar formulir naturalisasi — yang melarang keanggotaan dalam partai komunis — tidak memiliki dasar hukum.

Bagi banyak pengamat politik, serangan terhadap Mamdani bukan semata soal hukum, melainkan benturan ideologis dan identitas.

BACA JUGA:Eks Dirut Asabri Meradang Atas Vonis 20 Tahun Penjara, Bakal Ajukan PK: Saya Dikorbankan!

Kemenangan seorang Muslim, imigran kulit berwarna, dan sosialis demokratis di kota sebesar New York menjadi simbol pergeseran politik Amerika — sekaligus menyulut ketakutan baru di kalangan konservatif putih.

Mamdani kini menjadi figur yang membelah opini publik AS.. Bagi kaum progresif, ia lambang perubahan dan keadilan sosial.

Bagi kaum konservatif, ia representasi “ancaman ideologis” yang menggerus nilai-nilai Amerika klasik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads