Fakta Baru Terungkap, Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Sempat Ingin Jadi Tentara
Diduga perubahan sikap F terjadi karena tekanan di lingkungan sekolah. Maka dari itu, pelariannya lebih ke game online.-dok Disway-
Dia pun membeberkan kesaksiannya saat siswa tersebut hendak berangkat sekolah pada hari kejadian ledakan, Jumat, 7 November 2025.
BACA JUGA:Makin Melonjak! Daftar Harga Emas Antam Hari Ini 11 November 2025, Naik Jadi Rp2.360.000
BACA JUGA:Kesaksian Baisem: Satu Bulan Tak ‘Salim’, Tapi di Hari Ledakan SMAN 72 Justru Pamit Salaman
Baisem menceritakan bahwa terduga pelaku selalu berpamitan dengan cara bersalaman (cium tangan) sebelum berangkat ke sekolah. Namun, kebiasaan itu belakangan ini menghilang.
"Iya sebulan gak salim (ciuk tangan)," ujarnya kepada awak media saat ditemui di rumah terduga pelaku, dikutip Selasa, 11 November 2025.
B mencoba berpikir positif. Ia mengira terduga pelaku tidak bersalaman karena baru wudlu dan hendak melaksanakan salat Dhuha.
Namun pada hari ledakan terjadi, kebiasaan mencium tangan justru kembali. Pagi itu, terduga pelaku mendekatinya dan berpamitan seperti biasa, sebelum diantar ke sekolah dengan sang ayah.
"Lah kemarin, hari H-nya itu salaman. Pamit. Salaman begini (cium tangan), salim," tutur Baisem sambil mempraktekan gestur cium tangan.
BACA JUGA:Makin Melonjak! Daftar Harga Emas Antam Hari Ini 11 November 2025, Naik Jadi Rp2.360.000
BACA JUGA:Kesaksian Baisem: Satu Bulan Tak ‘Salim’, Tapi di Hari Ledakan SMAN 72 Justru Pamit Salaman
Di pagi hari yang cerah itu, Baisem juga melihat terduga pelaku membawa dua ransel. Dia pun curiga dan sempat bertanya kepada F tujuan membawa dua tas tersebut.
"Saya tanya, 'kamu mau kemana bawa tas (dua) begitu?' Tapikan saya nggak periksa ransel itu isinya apa. Dia bilang (sehabis pulang sekolah) mau ada acara di MOI (Mall Of Indonesia) Kelapa Gading," ungkapnya.
Saat siang hari, Baisem mendengar kabar dari orang tua F bahwa terjadi ledakan di SMAN 72 Jakarta. Namun, dia belum mengetahui bahwa orang yang tinggal serumah dengannya diduga yang melakukan aksi tersebut.
"Sampai sorenya, terus tahu-tahu ada telepon, ada polisi ke sana (rumah), kaget lah saya. Polisi datang jam sekitar jam 14.30 WIB," kata wanita yang berasa dari Banjarnegara, Jawa Tengah itu.
Baisem kaget hingga gemetar sekujur tubuh. Sebab, selama ini terduga pelaku dikenal sebagai anak yang sopan dan ramah di rumah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: