Strategi Gus Irfan Tekan Biaya Haji 2026: Tanpa Pungli, Tanpa Cashback

Strategi Gus Irfan Tekan Biaya Haji 2026: Tanpa Pungli, Tanpa Cashback

Dahlan Iskan bertemu Menteri Haji dan Umrah, Dr. Irfan Yusuf di Jeddah, Arab Saudi.-Disway-

JEDDAH, DISWAY.ID– Komitmen pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji 2025-2026 semakin nyata.

Dari Jeddah, langkah efisiensi Kementerian Haji dan Umrah mencuat ke publik melalui kisah menarik yang diungkap wartawan senior Dahlan Iskan dalam catatan pribadinya.

“Hanya kebetulan. Di Jeddah ini saya satu hotel dengan Menteri Haji dan Umrah, Dr. Irfan Yusuf, di Shangri-La Hotel. Ia diundang Menteri Haji Arab Saudi, sementara saya diundang Sudomo Mergonoto, pemilik kopi Kapal Api,” tulis Dahlan.

BACA JUGA:Hemat Syarikah

Sudomo, pemilik merek legendaris Kapal Api, memang baru saja meresmikan pabrik kopi di Jeddah.

Dalam suasana sarapan santai, Dahlan bertemu “Gus Irfan", begitu Irfan Yusuf kerap disapa, dan berbincang tentang haji serta kenangan lama semasa bersama di Posko Tim Kampanye Prabowo di Kertanegara.

Dari perbincangan itu terungkap strategi baru pemerintah untuk memangkas biaya haji tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Terungkap, sebelum proses tender untuk pemilihan syarikah (perusahaan penyedia layanan jemaah haji), Gus Irfan mengumpulkan seluruh peserta dan menyampaikan pesan terbuka.

“Tawarlah serendah mungkin. Masukkan harga tanpa perlu cashback, komisi, atau tanda terima kasih,” kata Gus Irfan, dikutip Catatan Dahlan Iskan berjudul "Hemat Syarikah"

Strategi ini terbukti jitu. Harga layanan per jemaah turun dari 2.300 riyal menjadi 2.100 riyal — efisiensi sebesar 200 riyal atau sekitar Rp180 miliar dari total anggaran Rp17 triliun.

Yang menarik, salah satu pemenang tender bahkan menawarkan fasilitas apartemen untuk pejabat Kemenhaj, tapi Gus Irfan menolak.

“Kalau kalian merasa masih untung, tambahkan dana itu untuk meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya tegas.

Hasilnya? Kualitas pelayanan jemaah justru meningkat.

“Di tenda padang Arafah, dulu tiap jemaah hanya dapat kasur 80 cm. Tahun ini lebar kasurnya satu meter,” kata Gus Irfan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads