Kemenkes Perkuat Tim Medis Bencana: Tambahan Dokter Spesialis Anak hingga Bedah Dikerahkan ke Lokasi Banjir

Kemenkes Perkuat Tim Medis Bencana: Tambahan Dokter Spesialis Anak hingga Bedah Dikerahkan ke Lokasi Banjir

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono menyatakan bahwa pengerahan tenaga medis spesialis ini merupakan upaya antisipasi terhadap komplikasi penyakit dan penanganan cedera berat pascabencana.-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengambil langkah cepat merespons kebutuhan medis yang mendesak di lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra.

Setelah sebelumnya fokus pada penanganan kesehatan dasar dan trauma healing, Kemenkes kini mengirimkan gelombang kedua tim bantuan medis, yang kali ini diperkuat oleh dokter-dokter spesialis.

BACA JUGA:Rider AHRT Siap 'Kawinkan' 2 Gelar Juara Asia di Seri Pamungkas ARRC 2025 Thailand

BACA JUGA:Kemdiktisaintek–Kemensos Resmikan Adendum Besar: Ribuan Siswa Sekolah Rakyat Kini Punya Jalur ke Kampus

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono menyatakan bahwa pengerahan tenaga medis spesialis ini merupakan upaya antisipasi terhadap komplikasi penyakit dan penanganan cedera berat pascabencana.

Spesialis Anak dan Penyakit Dalam Jadi Prioritas

Fokus utama pengiriman tim spesialis adalah untuk mengatasi masalah kesehatan pada kelompok rentan, terutama anak-anak, yang kerap menjadi korban penyakit pasca bencana seperti diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan penyakit kulit.

BACA JUGA:Polri Apresiasi Disway Awards, Siap Perkuat Kolaborasi untuk Kontribusi Bangsa

BACA JUGA:Polda Jabar Tangkap Lisa Mariana Terkait Video Syur!

"Untuk pengiriman dokter spesialis tambahan kita bisa lakukan. Misalnya patah tulang, masih butuh dokter otopedi, ada dokter bedah. Untuk anak-anak, kita kirimkan dokter anak," ujar Wamenkes Dante, Rabu 3 Desember 2025.

Keberadaan spesialis anak diharapkan mampu memberikan penanganan cepat dan tepat untuk kasus gizi buruk akut dan penyakit menular yang rentan dialami balita di pengungsian.

"Untuk yang penyakit infeksi, kita kirimkan dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam. Bahkan ada beberapa teman-teman dari dokter-dokter yang mendedikasikan untuk minta dikirim. Itu juga banyak," tutur Dante.

BACA JUGA:KPK Jelaskan Proses Koordinasi dengan Kejagung di Kasus Google Cloud dan Petral

BACA JUGA:Ketua DPD RI Puji Disway Award 2025: UMKM Lokal Tulang Punggung Ekonomi RI

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads