Suami Boiyen Diultimatum Sampai 5 Januari 2025, Kasus Dugaan Penipuan Ratusan Juta

Suami Boiyen Diultimatum Sampai 5 Januari 2025, Kasus Dugaan Penipuan Ratusan Juta

Rully Anggi Akbar digugat cerai Boiyen--Instagram Boiyen

JAKARTA, DISWAY.ID – Suami komedian Boiyen diultimatum oleh pihak korban yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan. 

Nasib Rully Anggi Akbar (RAA), suami dari komedian Boiyen, kini berada di ujung tanduk.

Pihak korban secara tegas memberikan tenggat waktu singkat bagi RAA untuk melunasi kerugian sebelum kasus ini resmi dibawa ke ranah pidana.

BACA JUGA:Selain Penipuan Digital Marak di Era AI, BPKN RI Pantau Dampak Game Online

Kuasa hukum korban, Santo Nababan, mengungkapkan bahwa kliennya menolak permintaan RAA yang sempat meminta kelonggaran waktu hingga pertengahan Januari mendatang.

​"Pihak RAA memang sempat meminta waktu sampai 15 Januari saat pertemuan kemarin. Namun, klien kami hanya memberikan batas hingga 5 Januari untuk pelunasan total," ujar Santo saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, dikutip Rabu 31 Desember 2025.

BACA JUGA:Ciri-ciri Penipuan E-Tilang Palsu Lewat SMS, Pengendara Wajib Tahu!

Modus Investasi Kuliner

​Kasus ini bermula pada Mei 2023. Saat itu, RAA menawarkan kerja sama investasi di lini usaha kuliner bernama Sateman Indonesia yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta.

Berbekal proposal yang menjanjikan keuntungan menggiurkan, korban pun tergiur menanamkan modal awal sebesar Rp200 juta.

Sayangnya, janji manis itu hanya bertahan sesaat. Santo menyebut pembagian keuntungan hanya berjalan beberapa kali sebelum akhirnya mandek total.

BACA JUGA:Tips Liburan Aman Tanpa Cemas dengan #JanganKasihCelah pada Penipuan Saat Bertransaksi dari Danamon

​"Kami melihat ada indikasi penipuan sejak awal. Setelah dana masuk, pendapatan usaha yang dilaporkan justru merosot tajam dan tidak sesuai dengan proyeksi awal di proposal," jelas Santo.

​Hingga saat ini, akumulasi kerugian yang diderita korban ditaksir mencapai angka Rp300 juta hingga Rp400 juta.

Dalam pertemuan terakhir, RAA disebut tidak mampu memberikan jaminan aset maupun kepastian bayar yang konkret, sehingga pihak korban kehilangan kesabaran.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads