Rupiah Anjlok Lagi, Kadin Dorong Pelaku Usaha Terapkan Kolaborasi Kerja Sama
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie.-Foto: Bianca/Disway.id-
Dengan strategi kolaborasi, Anindya berharap peluang pertumbuhan pasar Indonesia menjadi semakin berkembang, sekaligus dapat meningkatkan angka konsumsi domestik di Indonesia.
BACA JUGA:Kapan Puasa Syaban 2026 Dimulai? Cek Tanggalnya di Sini
"Kita akan follow up hal-hal itu semua, dan saya rasa memang ya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apalagi selain daripada belanja modal pemerintah yang kita harapkan akan terus berkembang, konsumsi domestik, ya selebihnya ya perdagangan dan juga investasi," tutur Anindya.
"Nah dari Kadin dan dunia usaha, anggota-anggota kami baik Kadin Provinsi maupun di asosiasi, tentu menginginkan peluang-peluang bukan hanya pasar dibuka, tapi juga regulasi dan insensif diberikan supaya perdagangan ini bisa berlangsung baik," tambahnya.
Dolar Jadi Beban Bagi Indonesia
Di sisi lain, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga turut mengungkapkan bahwa ketergantungan Indonesia pada dolar memang sudah berlangsung sejak lama, dan telah memberi beban besar.
Dalam hal ini, salah satu ketergantungan utama Indonesia adalah utang luar negeri, baik pinjaman perusahaan dalam bentuk dolar.
"Banyak perusahaan dalam negeri yang telah mengajukan utang untuk ekspansi bisnis dalam bentuk dolar. Kalau dolar tidak bisa dikendalikan, sedangkan industri pinjamannya banyak pakai dolar, bisa-bisa kita tutup dan stop produksi," Ketua Apindo Jawa Tengah, Frans Kongi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: