Clandestine Lab Tembakau Sintetis Digerebek Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Potensi Produksi Capai Rp5 Miliar

Clandestine Lab Tembakau Sintetis Digerebek Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Potensi Produksi Capai Rp5 Miliar

Salah satu pelaku di clandestine lab (laboratorium ilegal) narkotika jenis tembakau sintetis di wilayah Jakarta Barat-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya telah membongkar clandestine lab (laboratorium ilegal) narkotika jenis tembakau sintetis di wilayah Jakarta Barat.

Kanit 1 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Daniel mengatakan pihaknya mengamankan satu orang tersangka berinisial V (25).

Penggerebekan dilakukan pada Kamis, 22 Januari 2026,  sekitar pukul 02.45 WIB di sebuah rumah yang berada di Jalan Kedoya Raya Blok 72 Nomor 05, Kelurahan Kedoya, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

BACA JUGA:Tanggul Kali Angke Jebol! Ratusan Rumah di Pinang Griya Terendam Banjir

BACA JUGA:Status Bendung Katulampa Bogor Siaga 3, Warga Bantaran Ciliwung Bakal Paling Parah Kena Banjir

Kasus ini terungkap berkat informasi dari masyarakat terkait dugaan peredaran tembakau sintetis.

Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mendapati lokasi tersebut dijadikan home industry untuk memproduksi narkotika.

"Mengamankan satu orang tersangka inisial V dalam aktivitas home industry lab tembakau sintetis," katanya kepada awak media, Sabtu 24 Januari 2026.

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya bibit sintetis cair 534 mililiter, tembakau sintetis 72,1 gram, sekitar 73 botol spray.

Selain itu ada lima gelas takar berbagai ukuran, satu botol aseton, satu unit ponsel, serta bahan-bahan sintetis yang belum jadi.

BACA JUGA:Perempatan Puri Banjir, Pemotor Berbondong-bondong Masuk Tol

BACA JUGA:Katulampa Bogor SIAGA 3 Tembus 100 Centimeter, Potensi Banjir Kiriman ke Jakarta 10-12 Jam Lagi

Dijelaskannya, dari hasil penyelidikan, clandestine lab tersebut memiliki potensi produksi hingga 10.000 gram tembakau sintetis dengan nilai estimasi mencapai Rp5 miliar.

"Pelaku sudah beroperasi sejak April 2024 sampai Januari 2026 dan total nilai penjualannya mencapai sekitar Rp7,2 miliar," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: