Kemustahilan BEM UGM 'Kasak Kusuk' ke Istana, Tiyo Ardianto: Tak Lebih dari Sekadar Paracetamol

Kemustahilan BEM UGM 'Kasak Kusuk' ke Istana, Tiyo Ardianto: Tak Lebih dari Sekadar Paracetamol

Ada Apa Tiyo Ardianto Menolak ke Istana? Isu MBG Jadi Sorotan Tajam---Dok. Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto kabarnya telah menolak undangan Presiden RI, Prabowo Subianto untuk datang ke Istana di tengah polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Isu penolakan undangan Istana oleh Ketua BEM UGM ini mencuat usai Tiyo Ardianto aktif mengkritik kebijakan Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo.

Bagi Tiyo Ardianto, saat ini bosnya hanyalah masyarakat, bukan pemerintahan.

Dalam pernyataannya, Tiyo Ardianto menegaskan bahwa pemerintah, termasuk Presiden dan Wakil Presiden, digaji oleh rakyat sehingga kritik terhadap kebijakan publik adalah hal wajar dalam demokrasi.

BACA JUGA:Ayah Ideologis Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Perkenalkan Dunia Ilmu Filsafat Sejak SMP

Menurut Ketua BEM UGM tersebut, komunikasi dengan pemerintah bukan sesuatu yang tertutup, namun ia mengaku memiliki komitmen untuk menjaga independensi gerakan mahasiswa.

Tiyo Ardianto menyebut pertemuan mahasiswa dengan pemerintah di Istana tidak serta-merta menyelesaikan persoalan mendasar, bahkan ia mengibaratkannya seperti “paracetamol” yang hanya meredakan gejala, bukan menyembuhkan akar masalah bangsa.

"Jangankan bernegosiasi kepada orang-orang yang berkemungkinan untuk bertransaksi, membuka komunikasi saja kita enggak," ujar Tiyo Ardianto.

"Bukan, bukan hal yang rahasia saya kira ketua BEM itu selalu akan dihubungi orang-orang tertentu untuk kepentingan-kepentingan tertentu, dan saya punya komitmen untuk enggak membalasnya bahkan melalui WA gitu, apalagi jangankan ketemu gitu. Sehingga, susah untuk kemudian mencari dan sebenarnya mustahil untuk mencari bahwa BEM UGM hari ini 'berkasak kusuk' dengan orang-orang yang mengkooptasi gerakan.

"Nah, ketika beberapa mahasiswa diundang ke istana, BEM UGM termasuk BEM yang menolak untuk datang ke sana. Karena bagi kami pertemuan dengan pemerintah, kedatangan mahasiswa ke istana tidak lebih dari paracetamol yang akan meredakan nyeri tapi enggak pernah benar-benar menyembuhkan luka dari bangsa," tambahnya.

BACA JUGA:Dicibir Cuma Lulusan Paket C, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Disupport Aktivis 98 Pendiri Omah Dongeng Marwah

Tiyo Ardianto Kritik Keras Program Makan Bergizi Gratis


Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto memastikan tidak akan memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto jika diminta datang ke Istana Negara.--Instagram Tiyo Ardianto

Program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi pemerintahan Prabowo menjadi titik utama kritik dari sejumlah mahasiswa, termasuk BEM UGM.

Tiyo Ardianto dan sejumlah aktivis mahasiswa menyoroti dugaan persoalan distribusi, pengawasan, hingga potensi kebocoran anggaran dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads