Keringat di Balik Baju Lebaran: Perjuangan Porter Tanah Abang Banting Tulang hingga Kereta Terakhir
Para porter Pasar Tanah Abang berjibaku meraup cuan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah di tengah terik matahari-Disway.id/Cahyono-
JAKARTA, DISWAY.ID - Melonjaknya permintaan pengiriman busana lebaran di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat menjadi berkah bagi pramuantar alias porter.
Demi mengejar kebutuhan lebaran anak dan istri, mereka rela bekerja ekstra dari pagi hingga larut malam.
BACA JUGA:Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Pertamina Pastikan Stok BBM di Banten Aman
BACA JUGA:Aset Konsolidasi BPKH Rp238,99 Triliun pada 2025, Nilai Manfaat Tetap Terjaga
Saat ditemui Disway.id, Abdullah (45), seorang porter, terlihat kelelahan usai menurunkan bal pakaian dari lantai 4 Pusat Grosir Fashion Metro Tanah Abang.
Napasnya terengah-engah, keringatnya bercucuran. Meski terlihat kepayahan, dia tetap ramah menjawab sapaan.
Abdullah menuturkan, setiap hari harus pulang-pergi, Bogor-Jakarta untuk mengais rezeki dengan menjadi pramuantar di Pasar Tanah Abang.
Abdullah rela berangkat selepas sahur, dan pulang hingga kereta terakhir demi mendapatkan uang lebih untuk berlebaran.
BACA JUGA:Bakal Gelar Open House, Rudy Susmanto Ajak Warga Hadir ke Stadion Pakansari Saat Lebaran
BACA JUGA:Syarat Klaim Saldo DANA Gratis Rp421.000 Hari Ini 12 Maret 2026, Cek Lewat Fitur DANA Kaget!
Dia mengaku semua rasa lelahnya sirna saat melihat senyum sang buah hati yang telah memiliki baju Lebaran.
"Alhamdulillah bisa buat lebaran lah sitilahnya. Kita kerja juga seneng kalo liat anak seneng kan?" ucap Abdullah saat ditemui di depan Pusat Grosir Fashion Metro Tanah Abang pada Kamis, 12 Maret 2026.
Kata Abdullah, dalam sehari biasanya dia hanya mampu mengangkut tidak lebih dari 5 bal pakaian untuk diantar ke kantor jasa pengiriman (ekspedisi).
Namun sejak awal Ramadan tahun ini, Abdullah bisa mengangkut sampai 15 bal pakaian dalam sehari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: