Menhaj Tinjau Tenda di Arafah, Minta Ditambah dan Tegaskan KBIHU Tak Boleh Ikut Atur

Jumat 22-05-2026,01:48 WIB
Menhaj Tinjau Tenda di Arafah, Minta Ditambah dan Tegaskan KBIHU Tak Boleh Ikut Atur

Menhaj Mochamad Irfan Yusuf bersama Menko PM Muhaimin Iskandar dan anggota Amirul Hajj lainnya meninjau Arafah.-MCH-

MAKKAH, DISWAY.ID– Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menemukan kekurangan kapasitas tenda jemaah di Arafah saat melakukan peninjauan langsung, Kamis (21/5).

Pihaknya akan segera menambah tenda agar seluruh jemaah Indonesia mendapat tempat yang layak menjelang puncak haji Armuzna.

"Ini salah satu temuan dan saya khawatir ada temuan-temuan lain. Tenda ini kita tinggal di sini untuk menyelesaikan apa yang kita harapkan, termasuk kita perlu tenda tambahan karena kita hitung kayaknya kurang,” ujar Menhaj Irfan Yusuf.

BACA JUGA:Wamenag Romo Syafii Kagum Pelayanan Haji 2026, Sebut Persiapan Armuzna Luar Biasa

Gus Irfan, sapaan Menhaj, mencontohkan, salah satu tenda yang seharusnya berkapasitas 350 orang ternyata hanya menyediakan 332 tempat, sehingga kekurangan 28 spot. Jika ada 15 tenda serupa, kekurangannya mencapai hampir 400 tempat.

Ia tidak ingin kejadian tahun lalu terulang, di mana banyak jemaah tidak mendapat tenda dan pemerintah Saudi harus menyediakan tambahan secara mendadak.

“Kita mau pastikan dulu. Tim kita akan hitung secara manual semuanya,” tegasnya.

Peninjauan juga akan dilakukan menyeluruh di Mina, karena jemaah akan lebih lama tinggal di sana dibandingkan Arafah.

Gus Irfan optimistis tim PPIH dapat menyelesaikan kekurangan tersebut dalam lima hari ke depan.

Ia menegaskan bahwa pengaturan tenda, kloter, dan pergerakan jemaah sepenuhnya menjadi kewenangan PPIH. KBIHU diminta tidak lagi ikut mengatur atau mengkavling tenda.

BACA JUGA:Wamenhaj Sapa Jemaah, Pantau Kondisi Hotel dan Konsumsi

“Nah itulah yang kami sudah ingatkan. KBIH itu tidak mengatur di sini. Di sini kami semua yang ngatur. Tidak ada lagi KBIH yang ikut-ikut ngatur-ngatur tenda,” tegasnya.

Ia menyampaikan, jika ada KBIHU yang bandel dan tidak bisa diatur, Kemenhaj tidak akan melanjutkan izinnya.

Terkait fasilitas toilet di Arafah yang masih 1:50, Menhaj mengakui secara teknis belum ideal, namun sudah lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pihaknya akan meminta penambahan toilet untuk tahun depan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: