Kemenhaj Larang KBIHU Pasang Atribut di Tenda Armuzna

Sabtu 23-05-2026,19:49 WIB
Kemenhaj Larang KBIHU Pasang Atribut di Tenda Armuzna

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa operasional haji hingga saat ini berjalan dalam kondisi aman dan terpantau.--istimewa

MAKKAH, DISWAY.ID-- Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan seluruh fase keberangkatan jemaah haji Indonesia dari Tanah Air telah selesai.

Seluruh jemaah kini telah berada di Arab Saudi dan memasuki tahap persiapan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff menyatakan, berdasarkan data terbaru, sebanyak 527 kloter dengan 202.551 jemaah reguler dan 2.098 petugas telah tiba di Makkah.

BACA JUGA:126.832 Jemaah Indonesia Telah Bayar Dam, Kemenhaj Sepakat Distribusikan ke Palestina

Selain itu, 16.596 jemaah haji khusus juga telah berada di Tanah Suci.

“Alhamdulillah, seluruh fase keberangkatan telah selesai. Saat ini seluruh layanan diarahkan untuk memastikan kesiapan Armuzna, mulai dari tenda, konsumsi, transportasi, kesehatan, hingga perlindungan jemaah,” ujar Maria di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Maria menegaskan agar seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) tidak memasang atribut, spanduk, stiker, atau penanda apa pun di tenda jemaah, baik di Arafah maupun Mina. Penempatan jemaah sepenuhnya menjadi kewenangan PPIH.

“Apabila ditemukan atribut KBIHU di tenda, akan langsung dicabut. Kemenhaj juga akan memberikan teguran dan sanksi sesuai ketentuan,” tegasnya.

Maria juga mengapresiasi tingginya kesadaran jemaah dalam membayar dam. Hingga saat ini tercatat 145.341 jemaah telah membayar dam, dengan rincian 102.364 di Arab Saudi melalui Adahi dan 38.992 melalui mekanisme di Indonesia.

BACA JUGA:Wamenhaj Robek Penanda KBIHU di Tenda Arafah: Hanya PPIH yang Berhak Atur

“Capaian ini menunjukkan meningkatnya kesadaran jemaah untuk melaksanakan kewajiban dam secara tertib dan transparan,” katanya.

Menjelang puncak haji, Maria mengimbau jemaah menghemat tenaga, memperbanyak istirahat, menjaga asupan makanan dan minum, serta membawa barang secukupnya.

Jemaah juga diminta saling peduli, terutama terhadap lansia, disabilitas, dan yang membutuhkan bantuan.

“Bila melihat jemaah sendirian, kebingungan, atau kelelahan, segera antarkan ke petugas terdekat,” imbau Maria.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait