Adrian Fernandez Didiskualifikasi 6 Balapan, Poin Hangus, Bikin Veda Pratama Naik P3 di Klasemen Moto3 2026
Hal ini membuat pembalap bernomor #31 hanya mengumpulkan 13 poin dari GP Italia di Mugello, yang membuatnya turun dari posisi ketiga di klasemen ke bagian bawah 20 besar.-X/@galicia_diario-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Pembalap Moto3 dari tim Leopard Racing, yaitu Adrian Fernandez, telah didiskualifikasi dari hasil enam balapan Moto3 musim ini karena dua rangkaian pelanggaran teknis terkait mesin.
Atas diskualifikasi Adrian Fernandez ini tentu berpengaruh positif pada Veda Pratama. Pasalnya pembalap Honda Team Asia itu saat ini berada di posisi 4 klasemen sementara Moto3 tepat di bawah Adrian Fernandez yang di posisi 3 bakal naik ke posisi pembalap Leopard Racing itu.
BACA JUGA:Program Baktiku Negeriku 2026, Telkomsel Perkuat Pemberdayaan Desa Berbasis Kolaborasi Karyawan
Diskualifikasi dari 6 balapan pertama musim 2026
Kabar ini datang setelah Grand Prix Prancis (10 Mei), yang saat itu Honda mengajukan permintaan prosedural standar untuk membuka segel kelompok mesin pertama yang digunakan pada tahun 2026 oleh semua pembalapnya karena unit-unit tersebut telah mencapai akhir masa pakainya.
Ternyata menurut pernyataan pengawas FIM, segel kabel pada mesin No. 810, milik Adrian Fernandez dari Leopard Racing, tidak sesuai dengan prosedur pemasangan kabel standar.
Direksi teknis melakukan inspeksi lebih lanjut dan menemukan "tanda-tanda pengrusakan" pada stiker penyegelan mesin.
Menurut para steward, “hal ini melanggar Pasal 2.6.3.3 Peraturan Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM, Ketahanan Mesin kelas Moto3 dan Pasal 3.3.2.2 (setiap tindakan korupsi atau penipuan, atau tindakan apa pun yang merugikan kepentingan pertemuan atau olahraga, yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang terjadi selama suatu acara).”
Setelah sidang di Grand Prix Hungaria, para steward mendiskualifikasi Fernandez dari Grand Prix Thailand, Brasil, AS, dan Spanyol.
Pada balapan-balapan tersebut Adrian Fernandez finis di urutan keenam, kedelapan, kelima, dan kedua dalam balapan-balapan tersebut.
Belum dipastikan apa, jika ada, yang dilakukan pada mesin tersebut setelah "campur tangan tanpa izin" yang dilakukan Leopard.
Kemudian, pada akhir pekan balapan di Mugello, beberapa mesin diminta untuk diserahkan oleh tim Leopard Racing agar dapat diperiksa untuk menentukan apakah mesin tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: