Takut ke Dokter atau Biayanya Mahal, Kampanye #BeraniTampil Dorong Gen Z Sadar Perawatan Gigi
SATU Dental, jaringan klinik gigi terpercaya dengan 56 klinik hingga Juni 2026 yang tersebar di Jabodetabek, Semarang, dan Surabaya, resmi meluncurkan kampanye bertajuk Berani Tampil.--istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID – Di kalangan Gen Z dan Millennial urban saat ini, perawatan kesehatan gigi masih sering dikesampingkan dan belum menjadi prioritas utama karena berbagai faktor, mulai dari takut, belum tahu harus mulai dari mana, ataupun biaya yang besar.
Menjawab kebutuhan tersebut, SATU Dental, jaringan klinik gigi terpercaya dengan 56 klinik hingga Juni 2026 yang tersebar di Jabodetabek, Semarang, dan Surabaya, resmi meluncurkan kampanye bertajuk Berani Tampil.
Kampanye ini berkolaborasi dengan kreator konten terkemuka, Keluarga Artis (Mario Caesar, Niky Putra & Marco Ivanos), dengan tujuan mengubah cara pandang generasi muda dan keluarga modern Indonesia dalam melihat perawatan gigi sebagai bagian yang tak terpisahkan dari gaya hidup sehat yang menyenangkan.
BACA JUGA:Penelitian Ungkap Hasil Riset Dampak Merokok dengan Kesehatan Gigi dan Mulut
Pada acara Press Conference #BeraniTampil, CEO SATU Dental Group, menjelaskan bahwa kampanye ini hadir untuk mendobrak batasan tersebut.
"Kampanye ini adalah langkah strategis kami untuk mengubah cara pandang generasi muda terhadap perawatan diri secara komprehensif. Kita sering berinvestasi besar pada penampilan luar, tetapi melupakan bahwa senyum yang sehat adalah aset kepercayaan diri yang paling utama," ungkap Satria.
BACA JUGA:Dari Anak hingga Lansia, Begini Cara Menjaga Kesehatan Gigi di Setiap Tahap Usia
Menunda ke Dokter Gigi
Menurutnya, banyak dari kita yang sering menunda ke dokter gigi karena bingung harus mulai dari mana atau ragu dengan biaya.
Melalui campaign Berani Tampil, kami ingin menghapus kecemasan tersebut.
"Fokus kami adalah menyediakan ekosistem perawatan gigi yang terbuka dan ramah untuk semua orang, mulai dari perawatan dasar seperti scaling hingga whitening. Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa merawat gigi bisa menjadi sebuah pengalaman gaya hidup yang menyenangkan, transparan, dan didukung penuh oleh keahlian tim dokter gigi kami sejak langkah pertama," ucapnya.
BACA JUGA:Kemenkes dan Kemendikdasmen Gelar Sikat Gigi Bersama, Peringati Hari Kesehatan Gigi Nasional
Kecemasan dan kebiasaan menunda inilah yang kemudian memicu fenomena gaya hidup reaktif di kalangan generasi muda, sebuah realita klinis yang kerap ditemui oleh tim medis di lapangan.
Hal tersebut divalidasi oleh drg. Melissa Delania, Sp. Pros, SATU Dental, menjelaskan bagaimana pola pikir reaktif ini justru merugikan pasien dalam jangka panjang.
"Banyak orang baru datang ke klinik ketika sudah merasakan sakit yang mengganggu aktivitas. Padahal, dari sisi medis, kebiasaan melakukan pemeriksaan rutin sejak usia muda jauh lebih efisien dan dapat meminimalkan risiko tindakan kuratif yang berat. Kami ingin mengedukasi generasi muda bahwa senyum yang sehat dan estetik adalah hasil dari perawatan yang konsisten," jelas drg. Melissa Delania, Sp.Pros.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: