Harga Daging Ayam di Pasar Senen Melonjak, Pedagang: Ingin Teriak tapi Tak Didengar
Suparna menduga, kenaikan harga daging ayam dipengaruhi merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).-Disway/Cahyono-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Harga daging ayam di Pasar Senen, Jakarta Pusat mengalami pelonjakan selama satu bulan terakhir. Hal ini tentunya memengaruhi omzet pedagang akibat pelanggan membatasi jumlah pembelian.
Penurunan omzet ini dirasakan salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Senen, Suparna (45).
BACA JUGA:YLKI Minta Kepala BGN Baru Wujudkan Nol Kasus Keracunan MBG di 100 Hari Pertama
Saat ditemui di lapaknya pada Selasa, 9 Juni 2026, Suparna mengeluhkan sepinya pembeli. Hingga siang hari, stok daging ayam masih menumpuk di atas meja dagangan.
"Bener sepi. Pengen ngejerit kalau dirasa mah. Tapi percuma juga nggak ada yang denger," keluh Suparna.
Suparna menduga, kenaikan harga daging ayam dipengaruhi merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
BACA JUGA:Upaya PNM Hadirkan Masa Depan Anak-Anak Lewat Pelestarian Laut
Adapun pada Selasa, 9 Juni 2026, pukul 14.31 WIB, nilai tukar rupiah tembus Rp18.168 per dolar AS.
Suparna menerangkan, harga daging ayam hari ini naik Rp2.000 per kilogram (Kg). Sementara untuk per ekornya, mengalami kenaikan hingga Rp5 ribu.
Meski kenaikannya tidak signifikan, bagi pedagang kecil seperti Suparna, terasa sangat memberatkan.
"Dari sebulan kemarin yang bikin lonjak-lonjak terus harganya. Bukan kerasa lagi. Berat," ucapnya.
Pedagang ayam lainnya, Tin (49) mengatakan, penurunan omzet penjualan bukan hanya dipengaruhi kenaikan harga.
BACA JUGA:Dony Tri Pamungkas Bikin John Herdman Jatuh Hati, Bakal Rebut Starter Timnas Indonesia
Faktor lainnya karena adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kata Tin sejak adanya program MBG, omzet penjualannya anjlok hingga 50 persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: