5,7 Juta Calhaj Antre Panjang, Wamenhaj: Hentikan Perilaku yang Jadikan Jemaah Haji Komoditas Ekonomi

Senin 06-07-2026,22:34 WIB
Reporter: M Purwadi |
5,7 Juta Calhaj Antre Panjang, Wamenhaj: Hentikan Perilaku yang Jadikan Jemaah Haji Komoditas Ekonomi

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak saat menutup Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M di Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (6/7/2026).-Dok/Disway.id-

JAKARTA, DISWAY.ID – Sebanyak 5,7 juta calon jemaah haji Indonesia saat ini terperangkap dalam antrean panjang dengan masa tunggu mencapai rata-rata 26 tahun, bahkan di beberapa daerah hingga hampir setengah abad. 

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, mengeluarkan ultimatum keras kepada seluruh jajaran ASN di kementeriannya untuk menghentikan secara total praktik bejat yang menjadikan jemaah haji dan umrah sebagai komoditas ekonomi semata.

“Kita ingin hentikan tradisi atau perilaku jelek yang menjadikan umat, menjadikan jemaah haji, jemaah umrah itu sebagai komoditas ekonomi,” ujar Dahnil saat menutup Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M di Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (6/7/2026).

Dahnil menegaskan bahwa era baru di bawah Kementerian Haji dan Umrah harus mengubah paradigma lama. Ia meminta para ASN untuk menanamkan komitmen perlindungan jemaah di dalam hati masing-masing. 

BACA JUGA:Menhaj: Biaya Haji 2027 Kemungkinan Besar Naik, Diupayakan Tak Beratkan Jemaah

Jemaah bukanlah objek yang bisa diperjualbelikan atau dieksploitasi untuk keuntungan finansial segelintir oknum. Mereka adalah subjek perubahan, pelaku utama dari transformasi kebangsaan, peradaban, dan keadaban.

“Sekali lagi saya ingatkan Bapak-Ibu ASN Kementerian Haji dan Umroh, ini era di mana kita harus menghentikan aktor-aktor yang menjadikan jemaah haji dan jemaah umroh sebagai komoditas. Mereka bukan objek komoditas ekonomi, mereka adalah subjek perubahan peradaban dan keadaban,” tegas Dahnil.

Wamenhaj mengingatkan bahwa tugas yang diemban oleh institusinya adalah amanah yang suci. Menyitir pesan Presiden, ia menyebut bahwa apa yang diurusi oleh jajaran kementeriannya adalah impian terbesar bagi mayoritas masyarakat muslim di tanah air. 

Menunaikan ibadah haji bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan puncak perjalanan spiritual yang dinantikan seumur hidup.

BACA JUGA:Kementerian Haji Usulkan Skema BPIH 60 Persen dan Bipih 40 Persen untuk Haji 2027 ke DPR

Oleh karena itu, Dahnil memperingatkan dampak besar jika ada oknum pegawai kementerian yang bermain-main atau berkhianat dalam menyelenggarakan ibadah ini.

"Kalau kemudian Anda mengkhianati mimpi-mimpi mereka, maka Anda semuanya sedang mengkhianati rakyat Indonesia, mengkhianati Allah SWT, dan mengkhianati diri Anda sendiri," tegas Dahnil.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas sebagai wajah kementerian. “Sebagaimana instruksi Presiden, wajah kita itu adalah wajah integritas. Makanya saya, Pak Menteri, Anda semua yang hadir di sini itu harus punya komitmen bareng-bareng,” lanjutnya.

Untuk memastikan tidak ada lagi celah bagi praktik komodifikasi jemaah, Dahnil memaparkan bahwa kementeriannya telah menyiapkan instrumen pengawasan yang ketat melalui Direktorat Jenderal Bina Haji dan Umrah serta Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait