Dorong Produksi Halal, BPJPH Bakal Undang 70 Negara, Babeh Haikal : Saat Ini Nomor 1 Masih Cina
Babeh Haikal mengungkapkan sembilan bulan terakhir, rantai nilaiindustri halal sudah menyumbang sekitar 27 persen terhadap perekonomian nasional dengan nilai mendekati Rp5.000 triliun.-Disway/Fajar Ilman-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan atau Babeh Haikal mengatakan, akan mengundang 70 negara diluar anggota D-8 untuk meningkatkan produk halal.
Pernyataan itu disampaikan usai peresmian D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 yang melibatkan 8 negara Islam. Adapun tahun ini anggota D-8 bertambah satu, yakni Azerbaijan yang kini bergabung.
BACA JUGA:Menteri Dody Apresiasi Warga Penjaga Konektivitas di Jembatan Enang-Enang, Sematkan Rompi Kuning
"Karena pada bulan depan kami mengundang kembali selain yang D-8 ini ditambah lagi dengan 70 negara lainnya. Untuk apa ini? Karena kita ingin menggalang sebuah kekuatan daripada ekonomi halal," tegasnya kepada waratwan, di Jakarta, Rabu 8 Juli 2026.
Menurutnya, negara-negara dengan produksi produk halal terbesar di dunia saat ini justru bukan berasal dari negara-negara anggota D-8 maupun negara mayoritas Muslim.
"Saat ini masih Cina. Nomor dua Brazil, nomor tiga Amerika. Tidak satu pun dari D8 ini dan yang nanti akan bertambah," ujarnya.
Karena itu, lanjut Haikal mengungkapkan, di tengah-tengah meeting tadi ia mendorong adanya kesepahaman internasional terkait pengembangan industri halal sebagai instrumen ekonomi global.
"yuk kita galang sebuah kekuatan kebersamaan tentang logo, tentang standar, bagaimana kita memperlakukan halal bukan lagi sebuah fungsi agama semata, tapi halal sekarang fungsi ekonomi," ungkapnya
Menurutnya, halal adalah simbol simbol kesehatan, kebersihan, dan kualitas produk yang dapat diterima secara universal.
BACA JUGA:Iklim Investasi Semakin Kondusif Ditandai IPO yang Kian Masif di Pasar Modal RI
"Halal sekarang harus bertransformasi sebagaimana pesan daripada Presiden Bapak Prabowo Subianto bahwa transformasi arti halal menjadi milik semua, menjadi prosperity of life, menjadi simbol of transparency, traceability, dan trustability," jelasnya.
Ia optimistis transformasi tersebut akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kalau halal sudah sampai tingkatan seperti itu, maka halal punya kontribusi yang sangat positif untuk pertumbuhan di dalam negeri 8 persen ini," ucapnya.
mengungkapkan, sembilan bulan terakhir, rantai nilaiindustri halal sudah menyumbang sekitar 27 persen terhadap perekonomian nasional dengan nilai mendekati Rp5.000 triliun.
"Maka dengan ini ya tadi kita meeting dengan delapan dan sembilan dan juga tamu yang lain akan kita jalin satu ikatan," pungkasnya.
Ia menambahkan, ikatan ini bukan cuma sekadar di meja. Rencananya, pada tanggal 18 hingg 20 bulan September 2026.
"Di Trans Mart Cibubur itu akan kita undang lagi semuanya, itu dengan 70 negara. Itu akan lebih besar lagi dan ini mudah-mudahan akan menjadi sebuah kekuatan ekonomi seperti yang sering digaungkan," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: