Sulap Air Cokelat Asam Gambut Jadi Layak Minum, Inovasi Mahasiswa UPER Bisa Jadi Solusi Nasional

Rabu 05-08-2026,09:19 WIB
Reporter: M Purwadi |
Sulap Air Cokelat Asam Gambut Jadi Layak Minum, Inovasi Mahasiswa UPER Bisa Jadi Solusi Nasional

Tim mahasiswa Teknik Lingkungan UPER merancang instalasi pengolahan air gambut yang mampu mengubah air berwarna cokelat dan asam menjadi air bersih layak konsumsi. -Dok/Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID - Tim mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Pertamina (UPER) merancang instalasi pengolahan air gambut skala komunal yang mampu mengubah air berwarna cokelat dan asam menjadi air bersih layak konsumsi. 

Inovasi ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan bagi sekitar 41 juta penduduk Indonesia yang tinggal di kawasan gambut dan kesulitan mengakses air bersih.

Desain yang diberi nama Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gambut Skala Komunal ini merupakan hasil pembelajaran Capstone Design mahasiswa UPER. Mereka merancang sistem yang ekonomis, mudah dioperasikan, dan berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah lahan gambut yang selama ini terkendala kualitas air.

Kelima mahasiswa Teknik Lingkungan UPER yang tergabung dalam tim ini adalah Muhammad Karunia Vivaldi, Geovanny Tampubolon, Monica Septyani, Muhammad Raihan Rachman, dan Tiara Wulan Win Nedhari. Mereka memilih Desa Indrapura sebagai lokasi studi kasus karena wilayah itu dinilai merepresentasikan tantangan penyediaan air bersih di kawasan lahan gambut secara umum.

BACA JUGA: Peneliti Universitas Pertamina Temukan Model Baru, Produksi Biohidrokarbon dari Karet Alam Makin Efisien

Sebelum merancang instalasi, tim terlebih dahulu menguji kualitas air gambut di desa tersebut. Hasilnya mengejutkan: tingkat keasaman atau pH air hanya sekitar 3, jauh di bawah standar air minum aman yang berkisar 6,5 hingga 8,5. Selain sangat asam, air gambut di sana berwarna cokelat pekat serta mengandung kadar besi dan mangan yang melampaui baku mutu yang ditetapkan.

Ketua Tim Muhammad Karunia Vivaldi menjelaskan bahwa konsep utama perancangan ini adalah menyesuaikan setiap tahapan pengolahan dengan karakteristik air baku. "Kami juga memproyeksikan kebutuhan air masyarakat hingga 20 tahun ke depan," ujarnya. 

Dengan pendekatan itu, sistem yang dirancang tidak hanya mampu meningkatkan kualitas air, tetapi juga berpotensi diterapkan secara berkelanjutan di wilayah lahan gambut lainnya.

Dalam merancang instalasi, tim mahasiswa mempertimbangkan empat aspek sekaligus: efektivitas pengolahan, biaya pembangunan, kebutuhan lahan, serta kemudahan operasi dan pemeliharaan. Sistem ini mengolah air melalui beberapa tahapan, mulai dari menurunkan tingkat keasaman, menyaring zat pencemar, hingga pemurnian menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO). Hasil akhirnya, air yang semula berwarna cokelat dan mengandung logam berat dapat diolah menjadi air yang memenuhi standar kualitas air bersih.

BACA JUGA: Fokus Peran Perempuan Hadapi Perubahan Iklim, Duo Mahasiswi Universitas Pertamina Juarai PSNMHII 2026

Vivaldi menambahkan bahwa timnya merancang sistem yang tidak hanya efektif tetapi juga mudah dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat setempat. "Harapannya, teknologi ini dapat menjadi solusi yang berkelanjutan bagi desa-desa yang menghadapi persoalan serupa," tuturnya.

Dosen Pembimbing dari Program Studi Teknik Lingkungan UPER, Dr.Eng. Ari Rahman, S.T., M.Eng., menilai inovasi tersebut menunjukkan bagaimana proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat menghasilkan solusi atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. 

"Melalui Capstone Design pada Mata Kuliah Proyek Terintegrasi Berbasis Lingkungan (PTBL), mahasiswa tidak hanya belajar menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga merancang solusi berbasis data yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi agar dapat diterapkan secara nyata di masyarakat," jelasnya.

Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. tech. Djoko Triyono, M.Si., memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dihasilkan mahasiswanya. Menurutnya, pengembangan solusi akses air bersih merupakan bagian dari komitmen UPER dalam mendukung pencapaian SDG 6 (Clean Water and Sanitation). 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait