Hebat! Teknologi Buatan Indonesia Milik Anggia Meisesari Dipakai di Rally Asia Pasifik

Kamis 20-08-2026,22:30 WIB
Hebat! Teknologi Buatan Indonesia Milik Anggia Meisesari Dipakai di Rally Asia Pasifik

Rally Tracking System yang dikembangkan TransTRACK milik Founder & CEO Anggia Meisesari digunakan untuk memantau posisi dan kondisi 45 pereli secara real-time dalam gelaran FIA Asia Pacific Rally Championship (APRC) Round 3 di Sumatera Utara.--istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Teknologi buatan Indonesia kembali unjuk kemampuan di ajang balap internasional.

Rally Tracking System yang dikembangkan TransTRACK milik Founder & CEO Anggia Meisesari digunakan untuk memantau posisi dan kondisi 45 pereli secara real-time dalam gelaran FIA Asia Pacific Rally Championship (APRC) Round 3 di Sumatera Utara.

Pimpinan Perlombaan Sumatera Utara Rally 2026, Ahmad Syauki Anas mengatakan TransTRACK menerapkan Rally Tracking System dalam gelaran FIA Asia Pacific Rally Championship (APRC) Round 3 sekaligus IMI National Rally Championship (INRC) Round 4/Final Round yang berlangsung di Sumatera Utara pada 7-9 Agustus 2026.

"Sistem tersebut digunakan untuk membantu Race Control memantau posisi dan kondisi kendaraan secara langsung selama perlombaan," katanya kepada awak media, Kamis 20 Agustus 2026.

BACA JUGA:HUT ke-81 RI, Lisda Hendrajoni Dorong Perempuan Kuasai Teknologi hingga Perkuat UMKM

Dengan memanfaatkan konektivitas seluler dan satelit, posisi peserta dapat dipantau secara real-time, termasuk ketika kendaraan berhenti atau mengalami insiden di lintasan.

Dalam ajang Sumatera Utara Rally 2026, Rally Tracking System TransTRACK digunakan untuk memantau 45 peserta, termasuk pereli dari India dan Spanyol.

Pemantauan dilakukan sepanjang 12 Special Stage (SS) yang berada di Tobasari A, Tobasari B dan Bah Butong. 

"Total lintasan yang ditempuh mencapai 231,10 kilometer selama dua hari perlombaan," ucapnya.

BACA JUGA:Mitsubishi Fuso Perkuat Kompetensi Konsumen Hadapi Era Teknologi Kendaraan Niaga Modern di VIP Fleet Trainin

Teknologi ini menjadi penting karena karakter rally memiliki lintasan yang panjang dan tersebar. 

Kondisi tersebut membuat Race Control membutuhkan informasi secara cepat ketika kendaraan berhenti maupun mengalami insiden di area yang sulit dipantau secara langsung.

Sistem tracking membantu mengatasi keterbatasan pemantauan yang sebelumnya banyak mengandalkan radio point.

Menurutnya, jarak antar-radio point dapat mencapai sekitar 2,5 kilometer. Kondisi itu membuat posisi kendaraan di antara dua titik tersebut tidak selalu dapat diketahui secara langsung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait