Polisi Bantah Video Brimob Kawal Massa Sebelum Bentrokan Slipi, Ini Penjelasannya
Polda Metro Jaya membantah informasi yang beredar di media sosial terkait video iring-iringan kendaraan Brimob dengan sejumlah truk yang dinarasikan sebagai rombongan massa sebelum terjadi bentrokan di kawasan Slipi, Jakarta Barat.-dok Disway-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Polda Metro Jaya membantah informasi yang beredar di media sosial terkait video iring-iringan kendaraan Brimob dengan sejumlah truk yang dinarasikan sebagai rombongan massa sebelum terjadi bentrokan di kawasan Slipi, Jakarta Barat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan narasi yang menyertai video tersebut merupakan informasi yang tidak benar.
BACA JUGA:TBI Aice Melejit 157 Persen, Ini Strategi di Balik Dominasi Pasar Es Krim Indonesia
Dalam unggahan akun media sosial Polda Metro Jaya, disebutkan bahwa video tersebut beredar dengan narasi yang menyebut polisi Brimob tampak beriringan dengan truk yang diduga membawa sekelompok massa.
Bahkan, dalam unggahan tersebut terdapat komentar warganet yang mempertanyakan iring-iringan kendaraan tersebut dan menyebut seolah-olah massa mendapatkan pengawalan.
"Narasi tersebut tidak benar," katanya kepada awak media, Senin 31 Agustus 2026.
Diungkapkannya, kendaraan Brimob yang terlihat dalam video bukan sedang mengawal kelompok massa.
BACA JUGA:Gunung Sinabung Erupsi Hari Ini Semburkan Abu Vulkanik hingga 3.500 Meter, Warga Diminta Waspada
Kendaraan tersebut tengah melaksanakan patroli dan monitoring situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sejumlah titik yang dinilai membutuhkan perhatian.
Patroli dilakukan menyusul adanya aktivitas penyampaian aspirasi serta potensi kerawanan di sejumlah wilayah.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian memantau perkembangan situasi sekaligus memastikan kondisi keamanan tetap terjaga.
Dengan demikian, keberadaan kendaraan Brimob dalam video tersebut tidak berkaitan dengan dugaan pengawalan terhadap kelompok massa sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.
BACA JUGA:Prabowo: Indonesia Negara Besar, Tak Mungkin Hanya Dipimpin Satu Partai
Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: