Pengendalian Banjir Tanjungpinang Tak Cukup Andalkan Waduk Srikaton, Ini Arahan Menteri PU
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan pengendalian banjir di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan Waduk Srikaton.--Kementerian PU
JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan pengendalian banjir di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan Waduk Srikaton.
Menurut Dody, penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan kondisi aliran sungai, kawasan hilir hingga muara.
Ia pun meminta pengecekan dilakukan untuk mengidentifikasi sedimentasi parah maupun penyempitan aliran yang berpotensi menjadi penyebab banjir.
"Area sempadan sungai di bagian hilir tidak dibangun bangunan liar dan melakukan pengecekan terhadap saluran dari area hilir sampai dengan area muara untuk memastikan terdapat sedimen yang parah ataupun bottleneck yang menyebabkan banjir," Menteri Dody, Senin, 31 Agustus 2026.
BACA JUGA:Tangis Pilu Korban Banjir Nepal, Istri dan 4 Anak Giri Lal Hilang Tersapu Air Bah
Waduk Srikaton sendiri memiliki luas lahan 2,93 hektare dengan kapasitas tampungan mencapai 80.588 meter kubik.
Saat hujan lebat, infrastruktur tersebut mampu menampung volume air atau debit banjir puncak yang masuk ke kolam hingga 51.588 meter kubik.
Keberadaan Waduk Srikaton menjadi salah satu bagian dari upaya pengendalian banjir di Kota Tanjungpinang. Infrastruktur tersebut mampu mereduksi banjir sebesar 1,79 persen dari luas Daerah Aliran Sungai (DAS).
BACA JUGA:Tega! Jenazah Korban Banjir Nepal Malah Dijarah, Anting Dicuri di Tengah Tragedi
Revitalisasi Sungai Terusan
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody juga meninjau Sungai Terusan yang merupakan jaringan kanal lama dan memiliki nilai historis sebagai bagian dari peninggalan masa Kerajaan Melayu.
Menteri Dody mengarahkan agar Sungai Terusan dapat direvitalisasi dan dioptimalkan Kembali. Sehingga fungsi serta potensinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya para nelayan.
Untuk memperoleh gambaran kondisi lapangan secara menyeluruh, Menteri Dody menginstruksikan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Batam melakukan pemantauan menggunakan drone di sepanjang jalur aliran Sungai Terusan.
BACA JUGA:Banjir Nepal-Tibet Tewaskan 165 Orang, Kemlu Pastikan WNI Belum Ada yang Terdampak
Hasil pemantauan tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: