Pertamina NRE Catat 6,2 Juta Jam Kerja Selamat Berkat Meningkatnya Budaya HSSE
Grand HSSE yang digelar di PT Jawa Satu Power (JSP), Cilamaya, Karawang, Kamis (27/8)-Dokumentasi Pertamina NRE-
KARAWANG, DISWAY.ID – Budaya Health, Safety, Security & Environment (HSSE) terus diperkuat oleh Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE). Tujuannya tentu untuk mencegah terjadinya major accident. Seluruh perusahaan di bawah Subholding Power & New Renewable Energy (SH PNRE) Pertamina mengikuti Grand HSSE Meeting SH PNRE 2026 yang digelar di PT Jawa Satu Power (JSP), Cilamaya, Karawang, Kamis, 27 Agustus 2026.
Acara ini bertema Leading with Commitment, Preventing Major Accidents. Kegiatan ini menjadi forum penguatan kepemimpinan keselamatan, pengendalian risiko, dan disiplin operasional untuk mendukung operasional yang aman, andal, dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Pertamina NRE Kirim Bantuan untuk Korban Bencana di Watubaur, NTT
BACA JUGA:Pertamina NRE Pamerkan PLTS Pulau Sembur di Depan Presiden Prabowo
Direktur Utama Pertamina NRE John Anis mengatakan, pencegahan major accident membutuhkan komitmen seluruh pekerja. “Pencegahan major accident dimulai dari kepemimpinan yang konsisten dalam menempatkan keselamatan sebagai bagian dari setiap keputusan dan aktivitas operasional. Selain sistem dan prosedur yang baik, setiap pekerja harus memiliki kompetensi, kepedulian, serta keberanian untuk mengidentifikasi dan mengendalikan risiko,” ujar John.

Direktur Utama Pertamina NRE John Anis memberikan materi ada Grand HSSE. -Dokumentasi Pertamina NRE-
Komitmen tersebut diperkuat melalui penerapan tiga golden rules Pertamina, yakni patuh, intervensi, dan peduli. Ini akan mendorong setiap pekerja untuk mematuhi prosedur, berani menghentikan kondisi tidak aman, serta meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan rekan kerja dan lingkungan.
Penguatan budaya keselamatan tersebut sejalan dengan kinerja HSSE SH PNRE yang hingga saat ini telah mencatatkan 6.293.683 jam kerja selamat, yang terdiri dari 1.794.240 jam kerja pekerja dan 4.499.443 jam kerja mitra kerja. PNRE juga mencatatkan Total Recordable Incident Rate (TRIR) sebesar 0,00 serta zero fatal accident. Capaian tersebut menjadi fondasi untuk terus memperkuat pengendalian risiko dan mencegah terjadinya insiden, khususnya major accident, di seluruh aktivitas operasional.
BACA JUGA:Pertamina NRE Kembangkan Ekosistem Bio-Metanol Hulu ke Hilir Bersama Tiga Perusahaan
BACA JUGA:Warga Pulau Sembur, Batam, Bisa Rayakan Kemerdekaan Berkat Energi Terbarukan dari Pertamina NRE
Grand HSSE Meeting SH PNRE 2026 menghadirkan CEO Pertamina NRE John Anis, CEO PT Jawa Satu Power Dwi Murray, Professional HSSE Expert Sancoyo Budi Utomo, serta Principle Expert III HSSE Center of Excellence PT Pertamina (Persero) Diandoro Arifian. Selain sesi diskusi dan berbagi pengalaman, kegiatan juga dirangkaikan dengan Management Walkthrough (MWT) di area operasi PT Jawa Satu Power untuk meninjau penerapan standar keselamatan, pengendalian risiko, serta mengidentifikasi potensi unsafe action dan unsafe condition di lapangan.

Grand HSSE yang digelar di PT Jawa Satu Power (JSP), Cilamaya, Karawang, Kamis (27/8)-Dokumentasi Pertamina NRE-
PT Jawa Satu Power sebagai tuan rumah kegiatan mengoperasikan PLTGU Jawa-1, salah satu aset strategis dalam portofolio Pertamina NRE dengan kapasitas terpasang 1.760 MW yang terdiri dari dua unit masing-masing berkapasitas 880 MW. Pembangkit ini terintegrasi dengan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU), jaringan transmisi 500 kV, serta Gardu Induk Gas Insulated 500 kV dalam rantai nilai gas-to-power terintegrasi.
Melalui penguatan kepemimpinan, disiplin operasional, dan budaya keselamatan di seluruh lini, Pertamina NRE terus berkomitmen mewujudkan zero major accident serta membangun budaya HSSE yang konsisten dan berkelanjutan. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: