Super League Jadi 'Surga’ Pemain Naturalisasi? Bung Harpa Bongkar Godaan Gaji Besar dan Hidup Lebih Santai
Rafael Struick, salah satu pemain keturunan Indonesia dan naturalisasi yang kini merumput bersama Dewa United di Super League atau Liga 1 Indonesia-Tangkapan Layar Instagram@rafaelstruick-
JAKARTA, DISWAY.ID - Super League atau dulu dikenal Liga 1 dinilai memiliki sejumlah daya tarik yang berpotensi menggoda pemain naturalisasi dan pemain keturunan Indonesia yang sedang berkarier di Eropa.
Mulai dari faktor gaji, iklim kompetisi, popularitas, hingga peluang mendapatkan penghasilan tambahan melalui endorsement.
Hal tersebut disampaikan analis dan pengamat sepak bola Haris Pardede alias Bung Harpa dalam perbincangan di ETV Sportcast, Minggu, 30 Agustus 2026.
BACA JUGA:Persib Lolos ACL Two 2026/2027! Masuk Grup Neraka, Maung Bandung Hadapi 3 Klub Raksasa Asia
Menurut Bung Harpa, secara profesional pemain yang masih muda sebaiknya tetap berusaha membangun karier di Eropa.
Namun, ia memahami bahwa tawaran bermain di Liga 1 dengan nilai kontrak yang besar menjadi godaan yang tidak mudah ditolak.
Bung Harpa menilai salah satu faktor yang membuat Liga 1 menarik bagi pemain adalah besarnya potensi penghasilan.
Selain gaji, pemain yang tampil di kompetisi Indonesia juga memiliki peluang mendapatkan popularitas dan kontrak endorsement.
“Gajinya besar. Kemudian juga lebih santai kali ya di sana,” ujar Bung Harpa saat membahas perbedaan atmosfer sepak bola Indonesia dan Eropa.
BACA JUGA:Lamine Yamal Tumbangkan Rekor Mbappe dan Haaland, 50 Gol Barcelona di Usia 19 Tahun
Menurutnya, pemain di Eropa cenderung menghadapi tuntutan profesional yang sangat ketat.
Pola makan, kebugaran, latihan, hingga persiapan pertandingan menjadi bagian penting dalam kehidupan pemain.
Sementara itu, atmosfer kompetisi di Indonesia dinilai relatif lebih rileks.
Pemain di Eropa Dituntut Lebih Fokus
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: