Bank Jakarta Perluas Akses Pembiayaan dengan Memiliki 243 Sentra Mikro di Seluruh DKI, Dorong UMKM Naik Kelas
Akad massal program pembiayaan pedagang Pasar Induk Kramat Jati, 1 September 2026. -Dokumentasi Bank Jakarta-
JAKARTA, DISWAY.ID – Komitmen Bank Jakarta untuk memperkuat ekonomi kerakyatan tidak diragukan lagi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Akad Kredit Massal Pedagang Pasar Induk Kramat Jati. Acara itu diikuti oleh 100 pedagang dan disaksikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan para pemangku kepentingan.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, program tersebut bukan sekadar kegiatan penyaluran kredit. Tetapi juga merupakan bagian dari upaya Bank Jakarta membangun akses keuangan yang semakin luas bagi pelaku usaha mikro agar dapat berkembang dan naik kelas.
"Kami tidak ingin pedagang yang sibuk mencari bank. Bank Jakarta yang harus semakin dekat dan hadir di tengah-tengah pedagang," ujar Agus.
BACA JUGA:Bank Jakarta Menerima Indonesia Best CMO Awards 2026 dari Warta Ekonomi
BACA JUGA:Bank Jakarta Raih KEJAR Award 2026 Kategori BPD Wilayah Jawa-Bali
Untuk mendukung strategi tersebut, Bank Jakarta saat ini telah memiliki 243 Sentra Mikro yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta, sehingga layanan pembiayaan dapat semakin dekat dengan pasar dan pusat-pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut Agus, keberadaan Sentra Mikro menjadi bagian penting dari strategi Bank Jakarta untuk membangun kedekatan dengan pelaku usaha sekaligus memahami karakteristik dan kebutuhan pembiayaan masing-masing ekosistem.
Rp326 Miliar Pembiayaan untuk 2.388 Pedagang
Hingga Juni 2026, Bank Jakarta telah menyalurkan pembiayaan kepada pedagang pasar di berbagai wilayah Jakarta dengan total outstanding sekitar Rp326 miliar kepada 2.388 debitur.
Khusus di Pasar Induk Kramat Jati, penyaluran kredit Bank Jakarta telah mencapai plafon sekitar Rp48 miliar kepada 167 pedagang. Potensi pengembangan pembiayaan di kawasan tersebut masih sangat besar. Pasar Induk Kramat Jati memiliki lebih dari 5.000 tempat usaha dan menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan penting di Jakarta.
Bank Jakarta menyediakan pilihan pembiayaan mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga pembiayaan non-KUR dengan plafon sampai dengan Rp500 juta, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas usaha masing-masing pelaku usaha. Program tersebut dirancang untuk memperluas akses terhadap pembiayaan formal yang sehat dan terjangkau.
Agus menegaskan bahwa keberhasilan program pembiayaan mikro Bank Jakarta tidak semata-mata diukur dari besarnya kredit yang disalurkan.
"Bagi Bank Jakarta, keberhasilan bukan diukur dari seberapa besar kredit yang kami salurkan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika pembiayaan tersebut membuat usaha pedagang berkembang, omzet bertambah, lapangan kerja tercipta, dan semakin banyak UMKM Jakarta naik kelas," ujarnya.
BACA JUGA:Bank Jakarta dan ITB Kerja Sama Riset dan Pengembangan SDM
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: