Modus Licik Pabrik Oli Palsu Terbongkar, Oli Bekas Disulap Jernih lalu Diberi Label Pertamina
Polres Metro Jakarta Barat membongkar pabrik pembuatan dan peredaran oli palsu yang menggunakan oli bekas sebagai bahan baku. --Candra Pratama
JAKARTA, DISWAY.ID - Modus licik pabrik oli palsu di Jakarta Barat akhirnya terbongkar.
Oli bekas yang semula hitam pekat diolah menggunakan bahan kimia hingga tampak jernih, kemudian dikemas dan diberi label seolah-olah merupakan oli baru produk Pertamina.
Polres Metro Jakarta Barat membongkar pabrik pembuatan dan peredaran oli palsu yang menggunakan oli bekas sebagai bahan baku.
Pengungkapan tersebut berawal dari aktivitas produksi oli ilegal di sebuah kawasan pergudangan di Cengkareng, Jakarta Barat.
BACA JUGA:Kasus Oli Palsu di Jambi Terungkap, Federal Oil Tegaskan Komitmen Lindungi Konsumen
Dalam kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan tiga orang tersangka berinisial Y, H, dan K. Y yang disebut sebagai pemilik usaha sekaligus pemodal dan aktor intelektual.
Ia berperan mengarahkan dua tersangka lainnya dalam menjalankan produksi oli palsu.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Nasriadi menjelaskan, oli bekas tersebut diolah menggunakan bahan kimia hingga tampak jernih.
Kemudian dikemas dan diberi label seolah-olah merupakan oli baru produk resmi Pertamina.
"Jadi oli yang bekas sudah hitam pekat dicampur dengan denden dan parafin tersebut menjadi jernih, seakan jernih. Tapi kualitasnya adalah masih kualitas bekas," kata Nasriadi, Selasa, 1 September 2026.
BACA JUGA:Polisi Gerebek Pembuatan Oli Palsu di Meruya Jakbar, 4 Pelaku Diciduk
Nasriadi mengatakan, setelah melalui proses tersebut--oli kemudian dikemas sedemikian rupa agar menyerupai produk resmi Pertamina.
Menurut dia, para pelaku membuat drum, cetakan tutup, stiker, hingga barcode secara ilegal sehingga produk tersebut terlihat seperti oli asli.
"Petugas menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 18 drum oli yang telah direkondisi dan 10 drum bahan oli, serta berbagai perlengkapan yang digunakan untuk memproduksi dan mengemas oli palsu," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: