Paralimpiade Jadi Target Tertinggi, Ini Kata Kemenpora soal Atlet Disabilitas Galang Dana ke Malaysia

Rabu 02-09-2026,19:01 WIB
Paralimpiade Jadi Target Tertinggi, Ini Kata Kemenpora soal Atlet Disabilitas Galang Dana ke Malaysia

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) buka suara terkait aksi penggalangan dana mandiri yang dilakukan atlet disabilitas untuk mengikuti Asia Pacific Deaf Multi-Sport di Penang, Malaysia, pada 3–10 Oktober 2026.--Dimas Rafi

JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) buka suara terkait aksi penggalangan dana mandiri yang dilakukan atlet disabilitas untuk mengikuti Asia Pacific Deaf Multi-Sport di Penang, Malaysia, pada 3–10 Oktober 2026.

Kemenpora menegaskan bahwa Paralimpiade merupakan target tertinggi dalam pembinaan olahraga disabilitas nasional. Karena itu, pemerintah memprioritaskan kejuaraan internasional yang memberikan poin dan meningkatkan peringkat atlet sebagai bagian dari jalur kualifikasi menuju Paralimpiade.

Penegasan tersebut disampaikan Kemenpora di tengah polemik aksi penggalangan dana mandiri yang dilakukan Perhimpunan Olahraga Tuna Rungu Indonesia (Porturin) untuk memberangkatkan atlet ke ajang Asia Pacific Deaf Multi-Sport di Penang, Malaysia, pada 3–10 Oktober 2026.

BACA JUGA:Atletico Madrid Tegas: Peluang 0 Persen Julian Alvarez ke Barcelona! Arsenal Masih Mengintai

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono mengatakan keikutsertaan atlet disabilitas dalam kompetisi internasional harus diarahkan pada kejuaraan yang memberikan dampak nyata terhadap perjalanan menuju Paralimpiade.

Menurutnya, kompetisi internasional yang menjadi prioritas adalah ajang resmi yang dapat mendatangkan poin maupun meningkatkan peringkat atlet sebagai bagian dari proses kualifikasi Paralimpiade.

"Kejuaraan dunia yang diikuti oleh teman-teman cabang olahraga disabilitas diprioritaskan sebagai ajang untuk memperoleh poin dan peringkat agar bisa lolos kualifikasi pada Paralimpiade," kata Surono dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

BACA JUGA:Jadwal Bola Malam Ini, Minggu 9 Agustus 2026: Big Match Man City vs Atletico hingga Arsenal vs Dortmund

Surono menjelaskan, Asia Pacific Deaf Multi-Sport yang diinisiasi Porturin di Malaysia dinilai memiliki karakter yang berbeda dengan kejuaraan resmi yang menjadi bagian dari jalur kualifikasi Paralimpiade.

Kemenpora menilai ajang tersebut cenderung bersifat festival dan belum tentu mendapatkan pengakuan resmi dari International Committee of Sports for the Deaf (ICSD), federasi internasional yang menaungi olahraga tunarungu.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan prioritas penggunaan anggaran negara.

Kemenpora, lanjut Surono, akan mengarahkan dukungan pembiayaan kepada kejuaraan yang berada di bawah naungan federasi internasional serta memiliki kontribusi langsung terhadap pemeringkatan dan kualifikasi menuju Paralimpiade.

"Apabila di situ ada poin untuk yang khususnya disabilitas, khususnya untuk babak kualifikasi Paralimpiade, maka itu yang kita utamakan," ungkap Surono.

BACA JUGA:Deretan Makanan Tradisional di Dunia yang Kaya Nutrisi, Sejalan dengan Gizi Atlet Profesional

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait