Prabowo-Putin Bahas Investasi Pupuk di Vladivostok dan Kerja Sama Perkapalan
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin membahas sejumlah peluang konkret untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Rusia, mulai dari sektor pertanian, energi dan sumber daya mineral, pertahanan, investasi, hingga perk-Setpres-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin membahas sejumlah peluang konkret untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Rusia. Sektor yang dibahas meliputi pertanian, energi dan sumber daya mineral, pertahanan, investasi, hingga perkapalan.
Salah satu tindak lanjut pertemuan bilateral yang digelar di Vladivostok, Kamis, 3 September 2026, adalah penjajakan investasi PT Pupuk Indonesia untuk pengembangan pabrik pupuk urea di wilayah tersebut.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan P. Roeslani mengatakan, Pupuk Indonesia bersama pihak Rusia telah menandatangani joint study untuk mengkaji potensi investasi tersebut.
BACA JUGA:Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik: Sahabat Terpercaya!
“Pada intinya, kami bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea,” ujar Rosan dalam keterangannya di Vladivostok, Jumat, 4 September 2026.
Rosan menilai kinerja dan efisiensi Pupuk Indonesia yang terus membaik membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas investasi ke luar negeri. Kerja sama dengan Rusia juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan bahan dan industri nasional.
“Kalau kita lihat dari Pupuk Indonesia ini performance-nya makin lama makin bagus, makin efisien, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok ini dan dengan pihak Rusia,” katanya.
“Diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memperkuat juga dari sektor ketahanan bahan kita dan juga ketahanan industri kita,” lanjut Rosan.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, studi bersama tersebut sejalan dengan arahan Danantara agar Pupuk Indonesia tidak hanya memperkuat ketahanan nasional, tetapi juga meningkatkan ekspansi global.
Menurutnya, Vladivostok memiliki posisi strategis karena menghadap kawasan Pasifik yang selama ini menjadi salah satu pasar utama Pupuk Indonesia.
BACA JUGA:Jelang Lawan Australia, Nova Arianto Soroti Dua Kekuatan Mematikan Socceroos
“Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia,” ujar Rahmad.
Selain investasi pupuk, kerja sama Indonesia-Rusia juga berpotensi diperluas ke sektor perkapalan. Rosan mengungkapkan, Presiden Putin menawarkan kapal berteknologi mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter untuk mendukung pengolahan hasil perikanan secara langsung.
“Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir, untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita sehingga menjadi lebih baik kualitasnya,” kata Rosan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: