Perkuat Budaya Zakat, BAZNAS Dorong Literasi Filantropi Modern pada Generasi Muda

Senin 07-09-2026,21:26 WIB
Reporter: M Purwadi |
Perkuat Budaya Zakat, BAZNAS Dorong Literasi Filantropi Modern pada Generasi Muda

Pimpinan BAZNAS Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan dalam acara Hari Bermuhammadiyah (HBM) 13 di Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Sabtu, 5 September 2026.-Dok/Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID - Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, menyampaikan pentingnya penguatan literasi filantropi Islam yang modern, khususnya di kalangan generasi muda, guna meningkatkan budaya berzakat, berinfak, dan bersedekah lintas generasi.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi salah satu tamu pada Sesi Inspirasi dalam acara Hari Bermuhammadiyah (HBM) 13 yang diselenggarakan di Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Sabtu, 5 September 2026.

Rizaludin mengatakan, penguatan literasi filantropi Islam diperlukan karena masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam menunaikan zakat. Hal itu, tercermin dalam riset Indeks Literasi Zakat yang dilakukan BAZNAS secara berkala.

“Dari riset BAZNAS sejak 2020, 2022, dan 2024, ada masalah yang cukup krusial, yaitu adanya gap antara pengetahuan dan perilaku orang membayar zakat. Gap antara pengetahuan dan perilaku inilah yang bisa diukur," ujar Rizaludin.

BACA JUGA:BAZNAS Buka Beasiswa Santri 2026 bagi 2.500 Santri Dhuafa Berprestasi di Seluruh Indonesia, Tertarik?

Menurutnya, kesenjangan tersebut menjadi perhatian karena jumlah masyarakat yang menunaikan kewajiban zakat masih relatif kecil dibandingkan dengan potensi zakat di Indonesia.

"Saya mendapatkan eksperimen sosial di kalangan anak-anak Generasi Z dengan bertanya tentang perbedaan zakat, infak, dan sedekah. Banyak di antara mereka yang tidak tahu. Bagaimana praktik membayar zakat fitrah, bagaimana zakat mal dihitung, banyak hal yang ternyata tidak mereka ketahui. Itu menjadi kekhawatiran saya sendiri," ujarnya.

Dari kondisi tersebut, Rizaludin menilai, pendidikan filantropi Islam penting diberikan sejak dini.  Menurutnya, pembelajaran tersebut juga perlu memberikan pemahaman mengenai nilai, makna, hakikat, dampak, dan manfaat zakat sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat mendorong perubahan perilaku.

Ia juga mengusulkan agar pendidikan filantropi Islam dilengkapi dengan praktik, seperti manasik zakat dan kegiatan ekstrakurikuler filantropi Islam.

BACA JUGA: Percepat Pemulihan, BAZNAS Mobilisasi Bantuan dan Layanan Kesehatan untuk Korban Gempa NTT

Rizaludin menambahkan, penguatan literasi filantropi Islam tersebut juga menjadi bagian dari upaya yang dikembangkannya di BAZNAS melalui konsep value-driven dalam pengelolaan zakat. 

"Basisnya adalah value, bagaimana memahami filantropi Islam menjadi sebuah amal saleh yang nyata bagi kebangkitan umat Islam," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait