Banyak Kerjaan Sampingan Belum Tentu Hidup Kaya, Pekerja Side Hustle Wajib Punya Hitungan Matang
Ilustrasi Uang: Pekerjaan sampingan atau side hustle menjadi jalan keluar in this economy bagi sebagian besar masyarakat perkotaan--
JAKARTA, DISWAY.ID - Di tengah maraknya pekerja berburu penghasilan tambahan, punya banyak pekerjaan sampingan ternyata belum tentu menjadi jalan pintas menuju kekayaan.
Alih-alih otomatis membuat kondisi keuangan lebih sehat, side hustle justru perlu dihitung secara matang agar tambahan penghasilan benar-benar meningkatkan kesejahteraan, bukan sekadar menutup kebutuhan bulanan.
Financial consultant sekaligus CEO ZAP Finance Prita Ghozie mengatakan, seseorang sebenarnya tetap bisa membangun kekayaan hanya dari penghasilan sebagai karyawan.
Namun, proses tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar, sekaligus kesabaran, disiplin, dan konsistensi dalam mengelola keuangan.
“Aku selalu bilang, bisa nggak sih sebenarnya karyawan itu kaya dari gaji aja? Jawabannya bisa, tapi kamu harus sabar banget. Karena prosesnya itu paling cepat itu lima belas tahun,” ujar Prita.

Dari suara ke cuan upgrade kecil, dampaknya bisa besar!--Pinterest
BACA JUGA:Banting Tulang Cari Cuan, Fenomena Berburu Penghasilan Tambahan di Era Digital
Artinya, memiliki pekerjaan sampingan bukan satu-satunya cara untuk mencapai kondisi finansial yang kuat.
Yang tidak kalah penting justru bagaimana seseorang mengatur penghasilan utama, menentukan prioritas, serta memastikan sebagian pendapatannya terus berkembang menjadi aset.
BACA JUGA:Jutaan Orang Jadikan Grab Sumber Penghasilan Utama dan Sampingan, Ini Data Lengkapnya
Gaji Besar Belum Tentu Berarti Kaya
Menurut Prita, ukuran kekayaan tidak bisa dilepaskan dari kondisi masing-masing orang.
Besaran gaji yang sama dapat memberikan kemampuan finansial yang berbeda tergantung domisili, jumlah tanggungan, hingga prioritas hidup.
Sebagai contoh, penghasilan Rp5 juta di Jakarta tentu memiliki daya beli yang berbeda dibandingkan penghasilan dengan nominal sama di Purwokerto.
Karena itu, pekerja perlu terlebih dahulu memahami kondisi keuangannya sendiri sebelum menentukan berapa banyak uang yang harus dialokasikan untuk kebutuhan hidup, hiburan maupun investasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: