Buka Rakor Gubernur se-Sumatera, Mendagri Ungkap Strategi Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkap empat komponen utama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.--Kemendagri
JAKARTA, DISWAY.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkap empat komponen utama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Keempat komponen tersebut meliputi konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, serta ekspor dan impor.
Komponen tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah (Pemda) dalam memperkuat perekonomian.
Mendagri menjelaskan, konsumsi rumah tangga perlu dijaga melalui peningkatan daya beli masyarakat.
BACA JUGA:26 Pemda Papua Belum Cairkan Dana Otsus Tahap II, Wamendagri Ribka Tagih Komitmen
Pemda, kata dia, perlu memastikan masyarakat memiliki pendapatan yang cukup sehingga mampu melakukan konsumsi dan menggerakkan perekonomian.
“Konsumsi rumah tangga tinggi kalau daya beli masyarakat tinggi, masyarakat bekerja mereka memiliki penghasilan, yang sulit diberikan bantuan,” ujar Mendagri saat membuka Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera di JW Marriott Hotel, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu 9 September 2026.
Komponen kedua adalah belanja pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Menurutnya, pendapatan daerah yang tinggi perlu diikuti dengan realisasi belanja yang optimal agar uang beredar di masyarakat sekaligus menjadi stimulus bagi sektor swasta.
BACA JUGA:Mendagri Minta Kepala Daerah di NTT Segera Gunakan Bantuan Presiden untuk Penanganan Pascagempa
Komponen ketiga adalah investasi.
Pemda perlu menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk menarik penanaman modal, baik dari dalam maupun luar negeri.
Investasi yang masuk diharapkan dapat mendorong aktivitas sektor swasta dan menciptakan lapangan kerja. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mempermudah perizinan berusaha.
Komponen keempat adalah sektor perdagangan, yakni meningkatkan ekspor sekaligus mengendalikan impor. Mendagri menekankan pentingnya daerah mengoptimalkan potensi unggulan agar produk yang dihasilkan dapat menembus pasar yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: