Mahasiswa Farmasi Universitas Esa Unggul Edukasi dan Skrining Kesehatan Warga Tanjung Pakis

Jumat 11-09-2026,18:51 WIB
Reporter: Nurman Amrizal |
Mahasiswa Farmasi Universitas Esa Unggul Edukasi dan Skrining Kesehatan Warga Tanjung Pakis

Melalui Praktik Farmasi Sosial, Universitas Esa Unggul terus mendorong pembelajaran yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat. -Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University melalui Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, mendorong peningkatan literasi dan kesadaran kesehatan masyarakat melalui pelaksanaan Praktik Farmasi Sosial (PFS) di Desa Tanjung Pakis, Kecamatan Pakis Jaya, Kabupaten Karawang. 

Selama 3–20 Agustus 2026, mahasiswa PFS Kelompok 1 menghadirkan rangkaian kegiatan yang mencakup edukasi penggunaan obat, pembiasaan hidup bersih dan sehat, skrining kesehatan masyarakat, pelayanan Posyandu, hingga edukasi pertolongan pertama bagi pelajar.

BACA JUGA:Penelitian Ilmiah Ungkap Perbedaan Aerosol Vape dan Asap Rokok Bertahan di Udara, Ini Hasilnya

Program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan PFS Program Studi Farmasi Universitas Esa Unggul yang melibatkan 28 kelompok mahasiswa dan tersebar di sejumlah wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi, serta Kabupaten Karawang. 

Kehadiran mahasiswa di Desa Tanjung Pakis tidak hanya menjadi ruang penerapan ilmu kefarmasian, tetapi juga mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan kesehatan masyarakat secara langsung.

Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, S.T., M.B.A., IPU, ASEAN Eng., mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan berbasis masyarakat menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

BACA JUGA:IHSG Tertekan, 453 Saham Ambruk Saat Asing Catat Net Sell Rp714 Miliar

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang kelas. Melalui kegiatan seperti Praktik Farmasi Sosial, mahasiswa belajar menerapkan kompetensi yang dimiliki sekaligus memahami kebutuhan masyarakat secara langsung. Pengalaman tersebut penting untuk membentuk lulusan yang kompeten, komunikatif, dan memiliki kepedulian sosial,” ujar Arief.

Edukasi DAGUSIBU Tingkatkan Pemahaman Penggunaan Obat

Salah satu kegiatan utama PFS Kelompok 1 adalah edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar). Kegiatan ini dilaksanakan setelah pembukaan PFS yang dihadiri Karyo selaku Lurah Desa Tanjung Pakis, Darmin selaku Kasitrantib, Dr. apt. Ratih Dyah Pertiwi, M.Farm. selaku Kepala Program Studi Farmasi Universitas Esa Unggul sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan, mahasiswa peserta PFS, aparatur desa, serta perwakilan ketua RT dan RW setempat.

BACA JUGA:Lirik Lagu Di Atas Normal - NOAH, Viral Kembali Jadi Konten Tarian Lompat-lompat

Materi DAGUSIBU disampaikan oleh Dr. apt. Ratih Dyah Pertiwi. Masyarakat memperoleh pemahaman mengenai cara mendapatkan obat dari sumber resmi, menggunakan obat sesuai aturan, menyimpan obat berdasarkan kondisi yang dianjurkan, serta membuang obat yang sudah tidak digunakan atau kedaluwarsa secara tepat.

Edukasi tersebut diperkuat melalui pengukuran pengetahuan peserta menggunakan pretest dan posttest. Hasil pretest menunjukkan masih terdapat peserta yang belum memahami secara optimal mengenai tempat memperoleh obat yang resmi, penggunaan antibiotik, penyimpanan obat tertentu, serta pembuangan sisa obat.

Setelah edukasi diberikan, hasil posttest menunjukkan peningkatan pemahaman. Seluruh peserta mampu menjawab dengan benar setiap pernyataan yang diberikan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa edukasi DAGUSIBU dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan dan pengelolaan obat yang aman dan bertanggung jawab.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait