PBNU Luncurkan Tema dan Logo Hari Santri 2026, Gus Gudfan: Santri Harus Kuat Akarnya Luas Pengabdiannya

Sabtu 03-10-2026,19:17 WIB
Reporter: M Purwadi |
PBNU Luncurkan Tema dan Logo Hari Santri 2026, Gus Gudfan: Santri Harus Kuat Akarnya Luas Pengabdiannya

PBNU resmi meluncurkan tema dan logo Hari Santri 2026.-Dok/Disway.id-

JAKARTA, DISWAY.ID - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi meluncurkan tema dan logo Hari Santri 2026. Tahun ini, PBNU mengangkat tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri” sebagai penegasan atas peran santri dalam merawat tradisi keilmuan pesantren sekaligus menjaga persatuan Indonesia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Gus Gudfan Arif mengatakan, tema Hari Santri tahun ini membawa pesan bahwa kemajuan zaman tidak boleh membuat santri tercerabut dari akar keilmuan, adab, dan tradisi pesantren.

“Santri harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi jangan pernah kehilangan akar. Akar kita adalah tradisi keilmuan pesantren, sanad, adab, dan nilai-nilai yang diwariskan para masyayikh,” kata Gus Gudfan.

Menurut Gus Gudfan, akar tradisi yang kuat justru menjadi bekal bagi santri untuk hadir menjawab berbagai tantangan baru.

BACA JUGA: Kapan Hari Santri Nasional 2026? Cek Tema, Jadwal, dan Rangkaian Peringatannya

“Semakin kuat akarnya, semakin luas pula pengabdiannya. Santri tidak cukup hanya menjaga tradisi, tetapi juga harus menjadi bagian dari solusi atas persoalan masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Gus Gudfan menjelaskan, frasa “Menjaga Keutuhan Negeri” mengingatkan kembali perjalanan panjang kaum santri dalam sejarah Indonesia. Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga hari ini, pesantren dan kaum santri memiliki tanggung jawab kebangsaan untuk merawat persaudaraan, menjaga kebinekaan, dan memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Cinta kepada tradisi dan cinta kepada negeri tidak pernah berseberangan. Dari pesantren kita belajar bahwa menjaga agama harus berjalan beriringan dengan menjaga persaudaraan dan keutuhan bangsa,” katanya.

Semangat tersebut juga dituangkan dalam logo Hari Santri 2026 yang menampilkan sejumlah elemen utama, yakni akar, kitab terbuka, kubah, dan bintang.

BACA JUGA: Kado Hari Santri, Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Bawah Kemenag

Akar melambangkan tradisi dan sanad keilmuan yang kokoh. Kitab menggambarkan ilmu pengetahuan serta tradisi intelektual pesantren. Kubah merepresentasikan nilai spiritual dan kehidupan keagamaan, sementara bintang menggambarkan cita-cita luhur yang menerangi perjalanan santri.

“Kitab mengingatkan bahwa santri tumbuh bersama ilmu. Akar mengingatkan dari mana kita berasal. Kubah menunjukkan landasan spiritual, sedangkan bintang menjadi simbol cita-cita dan arah pengabdian,” ujar Gus Gudfan.

Peluncuran tema dan logo Hari Santri 2026 juga menjadi bagian dari momentum baru PBNU setelah diumumkannya susunan Pengurus PBNU Masa Khidmah 2026–2031. Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat konsolidasi organisasi dan pengabdian NU kepada umat, bangsa, dan negara.

Gus Gudfan menegaskan, Hari Santri tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum ini harus menjadi pengingat untuk terus menghidupkan nilai-nilai pesantren dalam kehidupan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: