Gempa M5,9 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Ungkap Tak Berpotensi Tsunami

Minggu 04-10-2026,13:28 WIB
Gempa M5,9 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Ungkap Tak Berpotensi Tsunami

Ilustrasi gempa: Gempa bumi M5,9 mengguncang wilayah perairan Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.-Pixabay-

JAKARTA, DISWAY.ID - Gempa bumi M5,9 mengguncang wilayah perairan Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Gempa tersebut terjadi pada hari Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 05.55 WIB di kedalaman 30 km.

Menurut Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 9,84 derajat Lintang Selatan (LS) dan 118,90 derajat Bujur Timur (BT).

Lokasi ini berada di laut, sekitar 59 kilomater arah Barat Daya Kodi, Sumba Barat Daya.

Hasil pemodelan tsunami yang dilaporkan BMKG menunjukkan jika gempa bumi ini tak berpotensi Tsunami.

BACA JUGA:BMKG Perkuat Kesiapsiagaan Warga Karanganyar Hadapi Gempa Lewat Sekolah Lapang 2026

Dengan memperhatikan lokasi episenter serta kedalaman hiposenternya, BMKG mengategorikan peristiwa tersebut sebagai jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak.

Peristiwa gempa ini juga dirasakan di berbagai wilayah dengan skala intensitas berbeda-beda.

Seperti di wilayah Kodi Balaghar, Kodi Bangedo dan Kodi di Kabupaten Sumba Barat Daya merasakan guncangan terkuat pada Skala VI MMI, yang menyebabkan sebagian besar pendudukan terkejut serta berlarian ke luar rumah.

Lalu, di wilayah Kota Tambolaka, Kota Waikabubak, Kota Waibakul dan Kota Raba merasakan guncangan di Skala IV MMI dan Kota Bima merasakan guncangan pada Skala III MMI.

Dampak guncangan dari gempa tersebut juga menyebabkan kerusakan di beberapa bangunan rumah warga serta fasilitas sekolah di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.

BACA JUGA:Gempa M2,7 Guncang Selatan Kabupaten Bandung Senin Pagi, BMKG Catat Pusatnya di Darat

BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, sementara waktu hindari bangunan yang retak atau rusak serta mengikuti informasi resmi dari BMKG.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait