Rosma Setelah Tinggalkan Penyiar TV
Catatan Harian, Highlight, Humaniora, News

Rosma Setelah Tinggalkan Penyiar TV

Oleh: Dahlan Iskan

Ini adegan pertama.  Bintang utamanya dua: Xavier dan Clare. Dua nama yang minggu lalu jadi trending topik di Malaysia.

Xavier adalah orang yang pegang data asli. Tentang mega korupsi di 1MDB. Yang melibatkan Najib Razak itu. Yang hasil korupsinya mengalir ke mana-mana: ke para pimpinan partai UMNO, ke ketua partai Islam PAS, dan tentu ke istrinya sendiri: Datin Rosmah Mansur.

Xavier baru saja diminta bertemu Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad. Sampai hampir dua jam. Juga baru dipanggil KPK-nya Malaysia. Untuk mengungkapkan skema mega korupsi itu: melebihi korupsi E-KTP di Indonesia.

 

Xavier warga negara Swiss. Nama lengkapnya Xavier Justo. Keturunan Spanyol. Tinggal di Thailand. Umurnya 52 tahun. Tidak lulus universitas. Tapi kariernya di dunia perbankan meroket.

Xavier lalu bekerja di PetroSaudi Internasioal SA. Sebagai eksekutif bidang keuangan dan IT. Tentu Xavier memegang password perusahaan. Dan sandi-sandi komputernya.

Tahun 2011 ia berhenti. Atau diberhentikan. Membawa serta data keuangan. Lalu-lintas email bos-bosnya. Beserta rahasia terdalam  perusahaan. Ia bilang: data itu diberikan oleh stafnya. Perusahaan bilang: data itu ia curi. Untuk memeras perusahaan. Nilai pemerasannya 12 juta ringgit. Atau sekitar Rp 40 miliar.

Xavier membeli villa di pulau wisata di Thailand. Di situ ia tinggal. Bersama istri dan anaknya.

Xavier membuka usaha baru di  pulau itu: bidang konsultasi. Nama perusahaannya: Justo Consultans. Rupanya kurang laku. Ia lantas mendirikan perusahaan online. Bidang pariwisata. Namanya: Olways The Sun. Mempromosikan keindahan dan kehangatan alam tropik. Tidak perlu takut kedinginan seperti di Swiss. Rupanya: juga kurang berhasil. Atau tidak berhasil.

Xavier itu ganteng. Kumis dan jenggotnya dipelihara tipis. Lengannya penuh tatto. Kanan dan kiri. Istrinya blonde, cantik.

***

Tapi Xavier tidak bisa hidup tenang di pulau damai itu: dikejar-kejar polisi Thailand. Ada laporan masuk: Xavier mencuri data. Juga memeras. Pelapornya Anda tahulah: PetroSaudi.

Xavier ditangkap. Diinterogasi. Dibawa ke pengadilan. Dijatuhi hukuman 3 tahun penjara. Itu terjadi tahun 2015. Mestinya dalam tahun ini Xavier baru bisa menyelesaikan hukumannya. Tapi Raja Thailand dua kali memberikan remisi. Atas usaha kedubes Swiss. Yang selalu menjenguknya. Dan mengurus remisinya. Tahun lalu Xavier sudah bebas.

Xavier tentu tahu apa yang harus dia lakukan berikutnya: jadi peniup peluit. Whistle Blower. Pengungkap korupsi. Dengan cara menyebarkan dokumen yang ia miliki. Yang berasal dari server komputer PetroSaudi.

Sebelum dibawa ke pengadilan sebenarnya sudah ada negosiasi. Seorang anggota parlemen Malaysia menemuinya. Agar Xavier mengakui saja perbuatannya: mencuri data. Dan memeras. Agar hukumannya ringan. Kalau tidak, bisa 10 tahun.

Saat itu Xavier mengaku tertekan. Istrinya juga ditekan. Anak lakinya diancam: bisa masuk panti asuhan. Xavier mengaku tidak ada pilihan: minta kertas dan pulpen. Minta didektekan bagaimana bunyi pengakuan yang harus ia tulis. Ya…itu tadi: mengaku mencuri dan memeras.

Dihukum 3 tahun.

***

Lepas hukuman ia mikir. Siapa yang akan dikirimi dokumen. Terpilihlah nama ini: Clare Rewcastle Brown. Dia (she) orang Inggris. Masih adik ipar  mantan perdana menteri Inggris, James Gordon Brown. Tapi ini bukan soal periparan. Clare adalah Pimred sebuah media online: Serawak Report.

Meski namanya Serawak Report tapi terbitnya di London. Clare tidak tinggal di Kuching, ibukota Serawak. Xavier tahu reputasi Serawak Report. Misi online tersebut jelas: memberantas korupsi di Serawak. Selalu bikin heboh. Mengungkap korupsi habis-habisan. Menelanjangi terus  gaya hidup para penguasa Serawak.

Clare memang punya perhatian khusus pada Serawak. Perusahaan-perusahaan Ingris punya akar yang dalam di belahan utara Kalimantan itu. Hampir saja Serawak minta tetap di bawah Inggris. Tidak mau bergabung ke Malaysia.

Dia sendiri lahir di Serawak. Dari bapak-ibu orang Inggris. Ibunya kerja di puskesmas. Di pelosok Serawak. Melayani kesehatan orang suku Dayak.

Clare juga masuk sekolah dasar di Serawak. Keluarga ini baru meninggalkan Serawak saat Clare berumur 8 tahun. Kembali ke Inggris. Sekolah terus. Sampai master. Bidang hubungan internasional. Di universitas mentereng: London School of Economics.

Clare lantas jadi wartawan. Pernah lama di BBC. Kemampuan investigasinya luar biasa.

Saat berkunjung ke Serawak, Clare melihat kerusakan hutan yang luar biasa. Akibat persekongkolan antara penguasa dan pengusaha. Lalu dia dirikan Serawak Report dan Radio Free Serawak. Anti benar dengan pemerintah Serawak.

Ketika didirikan tahun 2010 nama Clare tidak tercantum di Serawak Report. Tidak diketahui siapa pemiliknya. Siapa pendirinya. Siapa pengasuhnya. Seperti online bawah tanah, dengan misi mulia.

Pertama terbit, online tersebut sudah bikin heboh: mengungkap kekayaan penguasa Serawak: Abdul Taib Mahmud. Punya rumah di Kanada. Di Amerika. Di Inggris. Yang semuanya fantastis.

Tidak henti-hentinya publikasi tentang kekayaan Taib di luar negeri. Tapi penguasa Serawak itu  akhirnya tahu: siapa pemilik online itu. Tahu juga siapa informannya. Pasti orang dekat penguasa. Atau pernah menjadi orang dekat penguasa.

Pada 22-2-2012 Clare berduka. Amat dalam. Hatinya amat terluka: wartawannya di Amerika tewas. Mati dengan kepala terbungkus plastik. Di kamar hotelnya di Los Angeles. Namanya: Ross Bayert. Ia pernah sangat dekat dengan Taib. Saat tinggal di Serawak.

Ross Bayert-lah yang mengumpulkan bahan untuk Serawak Report. Khususnya tentang kekayaan Taib di luar negeri. Berikut foto-fotonya. Dan bagaimana cara memperoleh kekayaan itu. Serba gamblang. Telak.

***

Sejak Ross tewas itulah Serawak Report berubah: lebih terang-terangan. Nama Clare pun muncul: sebagai pendiri, pemimpin dan redaktur Serawak Report. Clare tidak sembunyi-sembunyi lagi. Dia tidak takut apa pun. Tidak takut juga di-Ross-kan. Clare sendiri sering ke Serawak.

Pengungkapan skandal berikutnya adalah: pembangunan dam terbesar di Serawak. Namanya: Dam  Bakun. Yang dilakukan oleh perusahaan Tiongkok: Sinohydro. Yang bergerak di bidang pembangkit listrik tenaga air. Sinohydro punya beberapa proyek juga di Indonesia.

Berbulan-bulan skandal Dam Bakun ini jadi bahan pemberitaan Serawak Report. Tapi proyek itu jalan terus. Mulai pembangunannya tahun 1996. Selesai tahun 2011. Inilah dam tertinggi kedua di dunia: 205 meter. Atau dam terbesar di Asia Tenggara. Bentangannya: 750 meter. Bisa memprosuksi listrik: 3.000 MW. Menggunakan delapan turbin.

Clare, melalui Serawak Report, juga mengungkapkan kasus penyelundupan kayu. Dari hutan Serawak. Oleh Michael Chia. Yang diback up sepenuhnya oleh penguasa Serawak.

Hasilnya: Clare masuk daftar hitam. Tidak boleh datang ke Serawak. Sedangkan skandal yang diungkapkannya akhirnya ditangani jaksa. Untuk dimasukkan peti. Sampai sekarang.

***
Xavier tahu semua kenekatan Clare itu. Tahu bagaimana harus berhubungan dengan Serawak Report. Ia kirimlah semua dokumen dari server PetroSaudi itu. Yang utama: bagaimana terjadinya aliran dana dari PetroSaudi ke rekening pribadi perdana menteri (saat itu) Najib Razak: USD 700 juta. Senilai sekitar Rp 9 triliun.

Hebohlah Malaysia. Seheboh-hebohnya. Padahal tidak ada koran yang memberitakannya. Koran di Malaysia, saat itu, loyo: di bawah ketiak Najib. Atau ketiak Rosma. Atau ketiak siapa lagi.

Sejak publikasi Serawak Report itulah Najib sulit berkelit. Jadi isyu tiada henti. Sampai di warung kopi. Sampai ke tas Birkin Rosma. Yang kurang banyak itu.

***

Amerika ikut turun tangan. Ikut menangani pencucian uang di sekitar skandal 1MDB itu.
Najib begitu sulit. Secara hukum. Secara politik. Secara moral. Untuk menyelamatkan diri, Najib perlu menang pemilu 2018.

Untuk berkilah ia bentuk tim audit. Seakan semuanya berjalan baik. Diaudit dengan baik. Auditornya ditawari iming-iming. Yang mencoba melakukan penyelidikan disogok. Tiga orang penyidik disogok masing-masing tiga juta ringgit.

Auditnya berhasil dikendalikan. Penyidiknya berhasil dibungkam. Tapi ribuan warung kopi tetap buka. Dan membicarakan kebobrokan Najib itu. Dan istrinya itu. Dan si Rosmah itu. ‘Isterinya itu’ dan ‘si Rosmah itu’ adalah satu.

Ribuan warung kopi mengalahkan suap, sogok, iming-iming, sembako, serangan fajar: Najib kalah telak dalam Pemilu 9 Mei 2018. Yang begitu dramatik.

***
Xavier dan Clare ke Malaysia lagi. Minggu lalu. Kali ini sebagai pahlawan. Menyerahkan semua dokumennya ke penguasa baru Malaysia.

Setelah menerima Xavier wajah Mahathir tidak terlalu gembira. Bahkan Mahathir dapat gambaran yang muram: triliunan rupiah uang yang hilang itu sulit diharapkan bisa kembali. Telah menguap. Lenyap. Gone.

Padahal keinginan tertinggi Mahathir sebenarnya simple: menyelamatkan dulu uang itu. Baru menegakkan hukumnya. Mengapa uang itu lenyap? Bagaimana asal-usul hilangnya?

***
Mulainya tahun 2009. Saat Najib mulai menjadi perdana menteri. Ia ambil alih perusahaan milik negara bagian Selangor. Agar menjadi perusahaan pusat/federal/BUMN. Dengan misi menjadi seperti Temaseknya Singapura.

Nama perusahaan itu pun diubah. Menjadi 1Malaysia Development Berhad. Disingkat 1MDB.
1MDB menjadi holding company. Melahirkan anak-anak perusahaan. Dan cucu-cucu perusahaan. Baik yang dimiliki sendiri maupun yang hasil kerjasama dengan pihak lain. Najib menjadi chairman-nya. Dan juga ketua dewan penasihatnya.

Bidang usaha yang ditangani 1MDB luas sekali: energi, real estate, industrial estate, pariwisata dan banyak lagi. Di bidang real estate 1MDB membangun distrik bisnis baru: satu kawasan 70 ha di Kuala Lumpur. Gedung-gedung pencakar langit, pusat-pusat bank, lembaga keuangan, perdagangan akan menempatinya.

Di bidang energi akan menjadi pemasok batubara utama semua pembangkit listrik. Juga akan mengambil alih pembangkit listrik di Dam Bakun Serawak.

Di bidang energi ini banyak benturan. Ada aturan yang tidak bisa dilanggar: pasokan batubara itu sudah terikat kontrak dengan grup Khasanah. Yang dulu dibentuk oleh Mahathir. Saat Mahathir perdana menteri.

***
Mengapa Najib mendirikan 1MDB? Mengapa tidak menugaskan Khasanah saja?

Inilah menariknya: Khasanah adalah Mahathir. Sejarah Mahathir. Najib ingin menorehkan sejarahnya sendiri. 1MDB adalah sejarah Najib. Tidak ia sangka jadi sejarah yang kelam.

***
Maka saya munculkan bintang baru di adegan berikut ini.  Adegan yang lebih dramatik. Catat baik-baik nama bintangnya: Riza Aziz, Jho Low dan Tareq Obaid.

***
Riza Aziz adalah anak Rosma dari suami pertama. Sekolahnya di London School of Economic. Semula bekerja di kantor akuntan terkemuka dunia: KPMG. Lalu pindah ke Bank HSBC. Dua-duanya di London.
Sepuluh tahun Riza berkarir di situ. Matang sekali. Sampai datanglah krisis moneter 2008. Riza meninggalkan HSBC.

***
Jho Low adalah anak pengusaha keuangan. Lahir di George Town, Pulau Penang, Malaysia. Sekolahnya di Harrow, London. Sekolah unggulan.

Di London inilah kenal Riza. Lalu melanjutkan kuliah di Wharton Business School di Pennsylvania: kampusnya tokoh-tokoh cerdas Amerika. Termasuk Hillary Clinton. Dan anak Robert Lai, teman saya.

Jho Low pandai bahasa Inggris, Melayu, Mandarin, Fujian, Canton dan Tiuchu. Lalu mendirikan perusahaan keuangan di Hongkong. Dan Malaysia. Dan Singapura. Dan Abu Dhabi. Dan Kuwait. Dan Amerika.
***
Tareq Obaid adalah pendiri dan pemilik perusahaan minyak PetroSaudi International SA. Meski namanya PetroSaudi –dan pakai SA– ini bukan perusahaan Saudi Arabia.

PetroSaudi adalah perusahaan Cayman Island. Tidak ada dalam peta. Terlalu kecil pulaunya. Tidak kelihatan. Tapi negara ini eksis. Sangat menonjol. Dan kaya.

Letaknya di lautan Karibia. Penduduknya 60.000 orang. Kepala negaranya Anwar Khoudory. Status negaranya di bawah protektorat Inggris.

Negara ini makmurnya bukan main. Pendapatan perkapitanya 58 ribu USD. Kita cuma sekitar 4 ribu USD. Negara ini bebas pajak. Tidak mengenal pajak pendapatan, pajak perusahaan dan pajak apa pun. Inilah sorga bagi yang ingin menghindari pajak. Tax heaven. Dari 50 bank terbesar di dunia hanya 10 yang tidak punya cabang di Cayman. Bisnis banknya nomor lima terbesar di dunia.

PetroSaudi adalah satu dari puluhan ribu perusahaan yang didirikan di sini. ‘Di sini’ itu tidak harus ke sana. Bisa diwakili notaris di Hongkong, Singapura, Inggris, Dubai dan banyak lagi.

Kantor pusat PetroSaudi sendiri bukan di Cayman. Tapi di Geneva, Swiss. Xavier berkantor di Geneva. Saat masih menjadi eksekutif di PetroSaudi.

***

Tareq Obaid ahli dalam bidang penghindaran pajak ini. Jho Low juga ahli. Riza juga ahli. Tiga ahli bekerja sama: menolong Malaysia. Atau mengobyekkan Malaysia. Atau menggerogoti Malaysia. Terserah dari kacamata yang mana.

Intinya: 1MDB ber-joint venture dengan PetroSaudi. Bikin perusahaan bersama. Juga di Cayman. Proyeknya di Venezuela, Saudi, Turkistan dan banyak lagi. 1MDB dapat saham 40 persen. PetroSaudi 60 persen. Untuk itu 1MDB harus setor modal 1 miliar dolar. Atau sekitar Rp 14 triliun.

Uang dikirim. Dari bank central Malaysia. Tanpa dokumen pendukung yang lengkap. Pun bisnisnya. Perencanaan bisnis di anak-anak perusahaan itu dibuat dengan canggihnya. Maksudnya: dengan ruwetnya. Siapa membeli apa, dengan dokumen apa, dengan cara bagaimana, dikonter dengan jaminan apa, dibayar dengan bond apa, dikembalikan dengan saham apa, dihitung bagaimana…. pokoknya seruwet e-KTP.

Seandainya saya CEO 1MDB –dengan tingkat tik-tak seperti itu– mungkin sudah kena aorta dissection dulu-dulu.

Intinya ada uang masuk ke rekening Najib. Melalui rekening Jho Low. Digunakan untuk apa terserah Najib.

Tapi Najib bilang: uang itu dari seorang pangeran di Saudi. Pinjaman. Sudah dikembalikan. Itu hanya sebagian uang dari yang 1MDB. Yang sudah keluar.

Selebihnya ke mana? Tentu ke perusahaan-perusahaan itu. Yang di bawah kendali Tareq. Atau yang di bawah kendali Lho Low. Atau yang di bawah kendali Riza.

Dan, karena status perusahaan itu adalah perusahaan Cayman maka habislah: bagaimana cara menuntutnya? Tidak ada pengadilan di Cayman. Tidak ada jaksa. Atau polisi. Yang bisa menjangkau jenis perusahaan off shore seperti itu.

Di samping kehilangan uang,  1MDB juga masih tertimpa tangga baja: harus membayar hutang atau komitmen atau penjaminan. Pokoknya kita doakan Pak Mahathir, yang sudah 93 tahun, tidak mendadak kena aorta dissection.

***

Tareq tidak akan kena serangan jantung. Ia baru saja diberitakan liburan dengan kapal pesiar. Hura-hura. Pesta.  Dengan para selebriti.

Jho Low, si tukang bayar berlian dan tas Rosma itu juga  tidak akan kena serangan jantung. Umurnya masih 35 tahun. Bisa sembunyi di Hongkong. Kapal pesiar mewah yang ia beli mungkin memang akan hilang. Pengadilan Amerika sudah memerintahkan untuk di sita.

Kapal itu posisinya lagi sandar di Bali. Polisi Indonesia ketimpa kesibukannya.

***

Riza mungkin tidak bisa lagi  banyak berharap perlindungan dari ibu kandungnya: Rosma. Apalagi dari bapak tirinya: Najib Razak. Pasangan ini lagi sibuk menghadapi KPK.

Tapi, setidaknya, Riza sudah pernah masuk ‘sorga’. Saat ia mendirikan perusahaan film di Hollywood: Red Granit Picture. Yang telah memproduksi sekitar 10 film. Misalnya: Dump and Dumber To yang laris sekali. Atau Wolf of Wallstreet yang meraih lima nominasi Oscar. Yang dibintangi Leonardo Di Caprio. Yang justru dilarang beredar di Malaysia.

Riza juga pernah di ‘sorga’ condomoniumnya di New York. Atau di rumah ‘sorga’-nya di Hollywood.
Baru sekarang ini mungkin Riza menuju ‘neraka’: semua ‘sorga’ tadi dibiayai dengan uang dari 1MDB. Yang tentu akan diusut alirannya.

***

Yang selamat adalah: Putri Zainah. Dialah istri pertama Najib Razak. Yang hanya sampai 10 tahun mendampinginya. Sampai punya anak tiga. Hanya sampai mengantar Najib menjadi menteri besar negara bagian Pahang. Setingkat gubernur di Indonesia. Karir politik Najib terus melejit.  Ia diangkat menjadi menteri. Ia harus pindah ke ibukota: Kuala Lumpur. Dan tidak pernah pulang lagi. Menceraikan isterinya dari jarak jauh. Tanpa –kata Zainah– pernah bertengkar.

Zainah mencoba mempertahankan perkawinannya. Tapi hati Najib sudah di dalam Rosma. Dalam sekali.

Dan Rosma juga sudah mau meninggalkan suaminya. Seorang penyiar TV Malaysia. Yang gajinya tentu tidak seberapa.(dis)

30 May 2018

About Author

dahlan iskan


66 COMMENTS ON THIS POST To “Rosma Setelah Tinggalkan Penyiar TV”

  1. Baru seri ini bacanya lega .Panjang seakan tak mau habis .Sudah saatnya Indonesia menyalip ditikungan dengan malaysia .Bdrharap Dr.M tidak meninggal di awal perjuangan menyelamatkan negeri .Kalo sampai itu térjadi .Hmm.Bisa jadi prahara di malaysia .Selamat berjuan Dr.M .Sehat selalu .Abah sehat selalu juga di Amrik paman sam .Salam dri Bumi Majapahit .

  2. Detail sekali tulisan bapak Dahlan ini, langsung tercerahkan. Coba dulu jadi ketua KPK kita. Koruptor dijamin susah berkelit. Sehat terus pak, Amiin.

  3. Permasalahannya cukup canggih (rumit), jadi teringat 3 godaan terbesar manusia “Harta, Tahta & Wanita”. Jadi teringat juga dg negeri sendiri yg mengindikasikan “sesuatu”.

  4. Ini ibarat cerpen jadi lakon tersendiri. Disampaikan dengan gaya bahasa bercerita seorang teman. Menarik ceritanya, dan menyedihkan jika benar semuanya karena menjadi kerugian besar bagi ekonomi Malaysia.

  5. Wuihhh…. tulisan yg hebat, lengkap, latar belakang tokoh2nya dijelaskan dg jelas….sshat sll Pak DI.

  6. Alhamdulillah panjaaaaaang. Saya ikut mendoakan sodara2 di Malaysia agar persoalannya bisa lekas beres. Dan agar Indonesia tidak ketularan masalah serupa, cukuplah sudah e-ktp saja.

  7. Sangat menarik tulisannya BAPAK DI, dari awal sampai akhir seru sekali … semoga Bapak DI selalu dalam lindungan Allah SWT, Aamiin YRA

  8. Yg membuat saya iri adalah nasionalisme mereka, Mahathir bersatu dg Anwar Ibrahim (yg sebelumnya musuhan), Clare R Brown sang jurnalis berani membuat berita, seluruh etnis bisa bersatu melawan Najib R.
    Apa yg mendasarinya? padahal kemerdekaan mereka tdk sperti Indonesia yg berdarah2, tidak pula ada Pancasila atau semacamnya….
    Bagaimana nasionalisme mereka bisa seperti itu Pak Dis?

  9. Puaaasss dengan artikel ini panjangnya memuaskn banget hehe. Kalau dibikin film bisa bermacam judul nih misal Akhir sengsara si pelakor, Istri pertama yang didzalimi, Gila harta, Neraka dunia, Wanita pemberani (khusus kisah Clare), Nasib negeri jiran, dll.

    Entah mengapa pikiran saya langsung teringat Perusahaan Gas Negara yang akan dilebur ke Pertamina kemudian akan dibentuk sebuah konsorsium oleh menteri Rini. Entah apa tujuannya.

  10. wuiiih…. jempol empat.. investigatif….btw Abah dapat data itu dari mana ya…. investigasi langsung..wk wkwk….Oh ya Bah… tidak tertarik bikin ” Serawak Report” versi Indo… he he..

  11. Berapa hari abah menyiapkan tulisan yang dept reporting seperti ini? Saya berpikir pasti berhari-hari, dengan latar tokoh dan adegan yang ada, bisa berbulan waktu nulisnya. Abah emang mantap

  12. Kira-kira abah bisa ga menceritakan secara detail kaya di atas..dari mana asal..kemana..bagaimana tentang E-ktp..tentang century..atau tentang blbi

  13. ceritanya runut dan panjang tapi enak dibaca….gmn ya caranya ngumpulin data itu ya padahal pak DI lagi di amerika…apakah sekedar otak atik di mbah google.

  14. hadews …
    penyelidikan tingkat dewa, bah kalo abah jadi ketua KPK malayasia tingal cyduk cydux cydux
    pengusaha yang sukses adalah penyelidik tingkat tinggi sehingga bisa menekan sekecil apapun kebocoran dan mencegah kebocoran terjadi di perusahaannya, abah tentu mengalami ketika dinas.
    apalagi ketika di BUMN bocornya dimana manadan oleh siapa saja hahahaha, untung nggak kena aorta dissection kala itu, Alhamdulilah ya bah.

    abah enak nulis lepas tentang malayasia karena tidak tekut tercydux beda jika nulis negara via vallen, bisa habis bah … hahahahaha tapi ingat bah ..
    aorta dissection itu terjadi karena greget menulis tidak tersalurkan, kalo masih muda paling jadi jerawat kalo sudah aki2 bisa bisulan lho …
    tebakan saya kenapa abah menyibukan diri diluar sana , salah satunya menurut saya adalah
    dengan menjauhi subject maka meminimalisir terjadinya gesekan dan tekanan yang berlebihan, persis seperti orang sudah penat pada naik ke gunung, buat refresh.. ayoo ngakuuuu

    yang penting bukan buat lari karena sudah malse ngurusin negara bah ..
    ingat kata kata yang disampaikan ke uda ricky
    ” Cintai negeri ini apa adanya”

    mohon maaf bila lancang

    • saya suka komentarnya mas saeful…..”cintai negeri ini apa adanya” tapi tak segampang yg kita kira mas, jika setiap langkah dijegal dan setiap keterbukaan dibungkam.. saya lilo #2019gantipresiden

  15. Wuihhh amazing. Sebenarnya saya nggak begitu suka isi tulisan yg memuat tentang perselingkuhan, intrik, cerita ttg kejelekan orang lain, dan yang sejenisnya.
    Bukan apa2,ora elok. Mana bulan puasa lagi. Bagaimanapun ghibah kan? Takut2 malah jadi fitnah lagi.
    Tapi kalau tulisan Abah ini? Aku lilo. Wkwkwk.
    Barakallah fiikum Abah Dis.

  16. Cerita Ipin Upin dalam bentuk karakter yang lain, ternyata rumit dan heboh. he he he

  17. cerita bagus. gaya enak. khas bung dahlan. tapi bahannya dari sumber kedua ketiga keempat. hasil baca2. yg buanyaak.
    saya lebih suka tulisan hasil blusukan. sumber pertama. wawancara sendiri. alami sendiri. kayak cari masjid dan salat di usa.

  18. Salah satu Tulisan Abah yang Terbaik yang pernah saya baca. Betul-betul gaya Seorang Wartawan Senior. Ia (pria) adalah Maestro.

  19. Memuaskan dahaga tulisan Abah, yang kemeren-kemaren seringnya pendek dan pendek banget. Seru. Mata kuliah Audit Investigatif.

  20. abah, ulun sedih.TGB diperiksa kpk.Beliau salah satu yg ulun harap jadi pemimpin Indonesia.apakah ini seperti main catur,robohkan bidak yg berpotensi mengancam raja ?,abah tahu masalahnya?,atau berani membahasnya ?

  21. fuhh… seru sekali.. akhirnya bisa nafas saya, seperti nonton marvel hero yang terkena serangan dari thanos ga habis2nya serangan datang dari Thanos (najib&co) menghajar kapten malaysia&rakyatnya…tetep ada yang bikin ngakak…serangan yang paling berbahaya adalah serangan yang bisa menyebabkan aorta dissection oleh jurus tiktak yang sulit di bendung….wakakakakka

  22. Lengkap….apakah ada kemungkinan kita baca cerita “detektif” dengan versi “tokoh Indonesia” ? 😊😊

  23. Hemmm…….. satu artikel serasa baca novel, satu alinea serasa satu bab…..
    Benar-benar padat, ringkas, dan investigatif….

  24. Terima kasih Pak Dis atas penyampaian cerita dan faktanya yang lengkap… jadi ngeh saya sekarang case 1MDB itu
    Tak ada yang menceritakan segamblang ini sebelumnya

  25. Pertama saya baca judulnya “Rosma Setelah Tinggalkan Penyiar TV”, saya kira Ibu Rosma sudah tidak jadi Penyiar TV. Ternyata ninggalin suaminya yang penyiar TV. 😀 Ampuuun.

    Abah DI terbaik emang kalo soal cerita, bahasa yang disampaikan adem. Bikin nagih. Semoga sehat terus bah, kapan balik ke Indonesia? hehe.

  26. Sekedar usul Abah, mungkin lebih lengkap bila diberi ilustrasi berapa Ringgit/USD/IDR uang mengalir dari 1MDB ke Najib dan kroni-kroninya tersebut,
    Salam sehat selalu..

  27. Tulisan yang selalu luar biasa menjabarkan permasalahan yang ada. Tdk salah abah menjadi salah satu wartawan dgn tulisan terbaik di negri ini. Salam dan sehat selalu

  28. Kemudian dari dari tokoh cerita diatas. Hubungannya dengan abdul razak dan wanita mongol yg terbunuh apa ya bah? Apakah ada link yg menyebabkan skandal 1mdb ini terbongkar. Mesti nya kalaupun mau membunuh ya bunuh aja yg pegang bukti terkuat yaitu si xavier

  29. negeri melayu cakap, “sememangnya jenayah padah”. pada kasus ini amat bersesuainlah. tapi yang nak saya sampaikan, tabik tak terhingga buat Pak “Disway” yang jago benar meramu tulisan kasus IMDB ini. saya serasa tak nak tarik nafas dibuatnya. selamat jalankan ibadah puasa Pak “Disway”. 🙂

  30. Speechless. Kurang detail apa coba? akhirnya bisa tahu banyak masalah negara tetangga..

  31. Pak DIS, setelah menelanjangi malaysia, berani gak nulis tentang negeri sendiri? Jangan2 penulis2 kritis di negri kita juga sdh dikempit dibawah ketiak seseorang/sesuatu krn saya mencium kekhawatiran/ketakutan pak DIS utk menulis apa yg terjadi di negri sendiri?semoga tidak…

  32. Menanti cerita selanjutnya, Abah. Dan negeri Via Vallen itu. Yang begitu luas. Yang pemikirannya terbelakang. Kapan, Abah?

  33. Luar biasa, empuk bacanya, detail, gak terasa udah hbis aja, pnasaran dgb klnjutannya..

  34. abah, mungkinkah rakyat yang suka nongkrong di warung kopi di negaranya via vallen mampu memiliki pikiran seperti orang yang ngopi di warung kopi negara tetangga ?

    apakah mungkin orang-orang yang ngopi di warkung kopi negaranya via vallen mampu melawan serangan fajar para penguasa di 2019 nanti ?

  35. Oh ya Bah, sekarang Via Vallen telah mulai meniru Nisa Sabyan, nyanyiin Dien Assalam…. Haha.

  36. Karena sering baca-baca tulisan Abah sejak Manufakturing Hope edisi ke-5 saya jadi suka menulis. 😀 Gaspol menulisnya Abah. Sehat-sehat terus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,339 other subscribers

EnglishIndonesian
%d bloggers like this: