Ungkit Insiden Tenggelam, Farhat Abbas Sindir Warga Asing: Airnya Cantik, Warganya Kurang Peduli

Rabu 01-06-2022,15:19 WIB
Reporter : Aulia Nur Arhamni
Editor : Aulia Nur Arhamni

JAKARTA, DISWAY.ID - Pengacara kondang Farhat Abbas tampak menyinggung soal insiden orang tenggelam di sungai.

Diduga kuat, Farhat Abbas mengomentari pemberitaan Emmeril Khan alias Eril, anak Ridwan Kamil yang hanyut di Sungai Aare, Swiss. 

Dalam keteranganya, Farhat Abbas mengaku bersyukur karena masyarakat Indonesia punya rasa persaudaraan yang tinggi.

Farhat juga kagum karena masyarakat Indonesia ikut berduka jika ada musibah yang menimpa.

BACA JUGA:Harga Minyak Goreng Curah Rp 18 Ribu, Pembeli: Beratlah, Kita Ngegoreng Kan Setiap Hari

"Ya Allah kami bersyukur tinggal dan jadi orang indonesia di negeri gotong royong ini. Di negeri ini kalau ada orang yang hilang di sungai seluruh warga ikut mencari, ikut menolong, ikut berduka tak takut turut tenggelam, satu berduka indonesia, berkabung dan peduli," tulis Farhat Abbas di Instagram-nya.

Secara tak terduga, Farhat mendadak membandingkan masyarakat Indonesia dengan masyarakat di negara maju.

Ia menganggap, kepedulian warga di negara maju tidak seperti di Indonesia.

BACA JUGA:Swiss Cabut Larangan Balap di Sirkuit, MotoGP dan Formula1 Bisa Hadir Kembali

"Beda dengan negeri maju di luar negeri, negeri yang sungainya cantik dan airnya dingin dan jernih. Warganya kurang peduli kalau ada yang tenggelam yang bantu jarang yang nyari hanya beberapa polisi, itupun yang terdaftar namanya," ujar Farhat Abbas.

Hal itu membuat Farhat Abbas kecewa, semua baru mulai bereaksi saat Kedubes ambil sikap.

"Dianggap biasa hilang kalau disana tunggu beberapa hari dengan alasan sungai panjang, mungkin terseret arus dan terdampar jauh, ditemukan penduduk setempat, kedubes turun baru mereka bereaksi," lanjut Farhat Abbas.

BACA JUGA:Sebelum Umrah, Puan Maharani Takjub Kunjungi Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW di Madinah

Farhat Abbas juga meminta agar warga Indonesia bersyukur.

"Kita harus bersyukur jadi orang di negeri pandai (Partai Negeri Daulat)" pungkasnya.

Kategori :