Pejabat Rusia: Uni Eropa Mungkin Runtuh sebelum Ukraina Gabung, Putin Kembali Ingatkan NATO

Senin 20-06-2022,05:19 WIB
Reporter : Syaiful Amri
Editor : Syaiful Amri

Perselisihan utama Rusia dengan NATO dan Amerika Serikat terletak pada dua masalah utama. Upaya NATO untuk memperluas keanggotaannya ke Timur dan penekanannya pada penempatan militer di dekat perbatasan barat Rusia.

Meskipun pembicaraan baru-baru ini di Dewan Rusia-NATO, pejabat senior organisasi militer Barat ini terus menekankan perlunya Ukraina dan Georgia untuk bergabung dengan NATO, yang dalam pandangan Moskow, merupakan ancaman langsung bagi keamanan nasional Rusia.

Dalam pernyataan terakhirnya, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa aliansi militer ini telah memutuskan pada tahun 2008 bahwa Ukraina dan Georgia harus bergabung dengan NATO, tetapi tidak menentukan kapan.

“Kami sedang mengevaluasi tindakan Barat dan Rusia siap untuk setiap perubahan yang mungkin timbul dari bergabungnya Ukraina dengan NATO,” kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Pada saat yang sama, NATO menginginkan dua negara Eropa utara, Finlandia dan Swedia, untuk bergabung dengan organisasi militer ini sesegera mungkin untuk memblokade Rusia di Eropa.

“Tidak ada ruang bagi Moskow untuk mundur dalam hal ini,“ terang Presiden Rusia Vladimir Putin. 

“Pintu selalu terbuka bagi Swedia dan Finlandia untuk bergabung dengan NATO, dan dalam waktu dekat kedua negara dapat bergabung dengan NATO,” sambung Anders Fogh Rasmussen, mantan Sekretaris Jenderal NATO.

Kementerian Luar Negeri Rusia baru-baru ini memperingatkan bahwa kemungkinan Swedia dan Finlandia bergabung dengan NATO akan memiliki konsekuensi politik dan militer yang serius dan tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa jawaban oleh Moskow.

Di sisi lain, dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan militer antara Rusia di satu sisi dan Amerika Serikat dan NATO di sisi lain di Eropa Timur, terutama di Ukraina, telah memuncak

Sementara organisasi militer Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat ini dengan dalih Rusia berniat untuk menyerang Ukraina, terus-menerus mengancam Moskow.

Menanggapi hal ini Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken memperingatkan bahwa setiap agresi Rusia lebih lanjut terhadap Ukraina akan memiliki konsekuensi yang cepat, parah dan terkoordinasi.

 

Kategori :