Demo Mahasiswa Selesai, Giliran LaNyalla Sentil Menteri Jokowi, Pengamat: Harusnya Ditegur

Selasa 12-04-2022,19:48 WIB
Reporter : Syaiful Amri
Editor : Syaiful Amri

Manuver yang dimainkan orang-orang dekat Presiden Jokowi bentuk nyata peristiwa politik maha aneh.

”Terlepas itu settingan, by design, atau kebetulan, tapi pernyataan dukungan penundaan pemilu disambut kembali oleh Apdesi di Istora Senayan Jakarta,” ungkap Adi.

Momen itu seperti ditunggu oleh mereka yang menggerakan wacana itu. Parahnya, Apdepsi menyambut kode itu dengan rapi, meski pada akhirinya tersudut. 

”Kesempatan yang menguntungkan bagi penggagas, tapi menyudutkan Jokowi secara citra politik. Mainnya kurang cantik,” timpalnya.

Jikapun ada pengondisian, Apdepsi untuk dukungan jabatan presiden, minimal dilakukan di berbagai daerah yang terlihat secara alami. Bukan dikumpulkan di Jakarta, lalu deklarasi dukung penundaan pemilu.

”Publik melihatnya ada pengondisian soal dukungan adepsi itu. Tapi kurang cantik mainnya. Keburu ketahuan publik skenarionya,” pungkas Adi Prayino yang dipertegas dalam pesan WhatsApp-nya kepada Disway.id.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta agar para jajaran menterinya untuk fokus bekerja.

Khususnya, Presiden Jokowi meminta para menteri untuk mengutaman kesulitan-kesulitan yang kini sedang dialami oleh masyarakat Indonesia.

Hal itu disampaikan Jokowi di sidang Kabinet di Istana Negara, yang diselenggarakan pada 5 April 2022.

Dengan lantang, Presiden ke-7 Indonesia itu juga meminta agar para menteri tak menyinggung soal penundaan pemilu dan membahas soal penambahan masa jabatan Presiden.

”Fokus pada bekerja dalam penanganan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan mengenai penundaan (Pemilu 2024), urusan perpanjangan (masa jabatan presiden),” ucap Jokowi dikutip dari Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu 6 April 2022.

Kategori :