Cilacap Diterjang Bencana Hidrometeorologi Bertubi-tubi

Jumat 22-04-2022,17:23 WIB
Reporter : Syaiful Amri
Editor : Syaiful Amri

Dalam waktu tak kurang dari 24 jam, tim OPD terkait telah mendirikan dapur umum, posko kesehatan dan tempat pengungsian sementara di SD Negeri 4 Kutabima. 

Sebagai upaya pemulihan awal, tim gabungan telah berhasil membuka akses jalan utama desa yang tertutup material lumpur menggunakan dua alat berat jenis eskavator milik Dinas PUPR dan BBWS Citanduy.

”Peranan BBWS Citanduy dalam merespon bencana di wilayah kerjanya sangat luar biasa dan perlu diapresiasi,” kata Wijonardi.

Genap pada hari ke-20 pascakejadian banjir dan tanah longsor di Desa Kutabima, pihak BPBD Kabupaten Cilacap menyatakan bahwa penanganan bencana akan memasuki masa transisi menuju pemulihan.

“Akan menuju transisi menuju pemuilihan dan pengungsi yang tersisa akan direncanakan untuk bisa kembali ke rumah masing-masing,” jelas Wijonardi.

Longsor di Karangsari

Selang 16 hari paskakejadian longsor di Desa Kutabima, peristiwa serupa terjadi di Desa Karangsari, Kecamatan Cimanggu. 

Kronologinya masih sama, yakni didahului hujan dengan intensitas tinggi pada Sabtu 16 April sejak pukul 16.00 sampai dengan 18.30 WIB, yang diperburuk dengan kontur tanah yang labil.

Dari hasil kaji cepat, tidak ada korban jiwa maupun warga terdampak. 

Namun, kejadian itu menyebabkan tebing jalan ambruk dan badan jalan amblas hingga 60 persen sepanjang 5-7 meter dengan kedalaman 5 meter, sehingga mustahil untuk dilalui kendaraan roda empat dari arah Dusun Kubang menuju Dusun Cigintung atau sebaliknya.

Diimbau kepada masyarakat agar tidak memanfaatkan areal yang rawan longsor sebagai lahan persawahan maupun kolam ikan. Dia meminta agar warga setempat menanam jenis pohon yang kuat dan produktif serta bernilai ekonomis.

Desa Kebanjiran

Hujan dengan intensitas tinggi belum beranjak dari wilayah barat Kabupaten Cilacap hingga Rabu 20 April 2022. 

Hal itu kemudian memicu terjadinya luapan tiga sungai, yakni Sungai Cigugeumuh, Sungai Cijalu dan Sungai Cilaca, setelah tidak mampu menampung debit air dari hujan.

Berdasarkan kaji cepat UPTD BPBD Majenang, Sungai Cigugeumuh yang meluap telah merendam permukiman warga Desa Salebu di Kecamatan Majenang, dengan Tinggi Muka Air (TMA) 10-100 sentimeter. Tidak ada korban dalam peristiwa itu, warga yang terdampak masih dalam proses pendataan.

Kategori :