Harga Obat PMK drh Indro Cahyono Murah Meriah

Selasa 26-07-2022,06:35 WIB
Reporter : Salman Muhiddin
Editor : Tomy C. Gutomo

Satu liter cuma Rp 120 ribu. Cairan dengan pH rendah (di bawah 5) itu bisa dipakai berkali-kali. Setiap mililiter bisa dicampur dengan seliter air. Bisa untuk seribu kali semprotan. Peternak skala kecil yang banyak di Lamongan bisa patungan beli cairan itu.

Setelah kaki dan mulut sudah disemprot disinfektan, bagian yang terluka diolesi salep. ”Ini ada triknya,” kata Indro yang dikerubungi peternak.

Sapi sehat yang dijadikan percontohan menolak ketika diberi salep dari depan. Ketika tangannya masuk dari samping, ternyata sapi tetap tenang. Para peternak yang melihat menganggukkan kepala, tanda sudah paham.

”Belinya di mana, Pak?” teriak peternak dari belakang. Indro memanggil perwakilan PT Satwa Medika Utama yang datang mewakili Direktur PT Satwa Medika Utama drh Ilsan Arvan Nurgas. Semua barang itu bisa dipesan di 0811444842. 

Produksinya memang di Jawa Barat, tetapi sudah ada gudang perusahaan di Malang. Dengan demikian, akses obat PMK untuk Jatim lebih dekat.

Lantas, kapan Indonesia bisa bebas PMK? Ada yang memprediksi hilang dalam tiga tahun seperti era Presiden Soeharto.

PMK pernah ”meledak” pada 1983. Sampai-sampai Soeharto mengangkat J.H. Hutasoit sebagai menteri muda urusan peningkatan produksi peternakan dan perikanan. Yang posisinya langsung di bawah presiden, bukan di bawah menteri pertanian. 

Tiga tahun kemudian Indonesia dinyatakan bebas dari wabah PMK. Menteri Pertanian Achmad Affandi mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Nomor 260/1986 yang menyatakan Indonesia bebas PMK.

Keputusan itu dikuatkan pernyataan Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE) pada 1990 bahwa Indonesia sudah bebas PMK. ”Menurut saya tidak akan lama,” kata ayah tiga anak itu. 

Mayoritas peternak di Indonesia tidak melepasliarkan sapinya ke padang rumput. Sapi dirawat di kandang. Lockdown. Tidak ke mana-mana.

Lalu, mengapa PMK bisa meluas dalam tiga bulan terakhir? Dugaan kuatnya, virus terbawa oleh peternak yang bepergian.

Dugaan kuat lainnya yang patut diwaspadai adalah virus terbawa oleh vaksinator. Niat petugas memang menyuntik vaksin ke sapi sehat, tapi mereka tak sadar ada virus yang menempel di alas sepatu mereka. (*)


--

Kategori :