BACA JUGA:Teguh Setyabudi Pastikan 44 Puskesmas di Jakarta Siap Layani Cek Kesehatan Gratis
BACA JUGA:Pastikan Pasokan Gas LPG 3 Kg Aman, Teguh Setyabudi Sidak ke Jakarta Timur
3. Efisiensi pada belanja pendukung yang tidak memiliki output terukur dalam belanja operasi.
4. Penghematan pada belanja makanan dan minuman.
5. Penerapan kebijakan selektif dalam pemberian hibah kepada kementerian/lembaga.
6. Penyesuaian belanja APBD Tahun Anggaran 2025 yang bersumber dari Dana Transfer ke Daerah.
"Seperti arahan Bapak Presiden, anggaran-anggaran yang katakanlah mungkin tidak perlu sekali, yang mungkin bisa dilakukan dengan cara-cara lain, rapat-rapat dengan online, makan minum mungkin juga kita batasi juga, kemudian juga berbagai perdin-perdin kita seleksi betul dan berbagai lain seperti yang ada di dalam Ingub 2 tahun 2025.," pungkas Teguh.