Tuan rumah langsung bereaksi, saat tendangan keras Raphinha dari luar kotak penalti membentur tiang gawang sebelum memantul di punggung kiper Inter Milan Yann Sommer dan masuk ke gawang untuk menyamakan kedudukan.
"Saat Anda bermain di kandang seperti yang kami lakukan, sensasinya adalah kami seharusnya bisa meraih hasil yang lebih baik," kata Raphinha kepada Movistar Plus.
BACA JUGA:Hasil UCL 2024/25 Leg-2: Inter Atasi Bayern Munich Auto Dapat Tiket ke Semifinal!
"Kami tidak boleh kebobolan banyak gol, terutama di kandang sendiri. Tentu, Anda harus memuji lawan kami yang kuat dan bermain bagus malam ini, tetapi kami adalah Barca dan sudah menjadi kewajiban kami untuk menang di kandang sendiri, begitulah adanya.
"Namun hasil ini tidak terlalu buruk dan masih terbuka untuk leg kedua di Milan. Jadi, kami akan berusaha memperbaiki kesalahan agar bisa pergi ke sana dan meraih kemenangan yang akan membawa kami ke final."
Dalam pertandingan yang menegangkan itu, Inter Milan tampil klinis dalam penyelesaian akhir mereka dan menahan serangan gencar Barcelona sambil memanfaatkan serangan balik dan bola mati.
Sommer berperan penting dalam mengamankan hasil imbang bagi Inter dengan serangkaian penyelamatan yang mengesankan.
Barcelona, yang baru saja meraih kemenangan mendebarkan 3-2 atas musuh bebuyutannya Real Madrid di final Copa del Rey Sabtu lalu, tampaknya mulai merasakan dampak dari pertandingan berdurasi 120 menit yang melelahkan dan penuh amarah itu.
BACA JUGA:Real Madrid vs Arsenal di Liga Champions: Pertaruhkan Bonus Rp 2,6 Triliun, Misi Baru Declan Rice
Barcelona yang sebelumnya tidak diperkuat penyerang Robert Lewandowski, mengalami pukulan lebih jauh ketika pemain bertahan Prancis Jules Kounde terpaksa keluar lapangan pada babak pertama karena diduga mengalami cedera otot kaki.
Inter Milan juga dirundung masalah cedera, di mana striker bintang Lautaro Martinez tidak dapat kembali di babak kedua karena masalah hamstring, setelah sebelumnya kehilangan Benjamin Pavard karena cedera pergelangan kaki.
Pemain Barcelona Yamal tampak tak terbendung dan dua kali mengenai tiang gawang, termasuk lewat cungkil di menit-menit akhir menyusul pergerakan brilian.
Sedangkan Henrikh Mkhitaryan mengira ia mencetak gol keempat Inter lewat serangan balik cepat, tetapi tayangan ulang VAR memperlihatkan ia telah terjebak offside melalui ujung sepatunya.
"Pertandingan itu indah dan menghibur, bahkan dari lapangan kami mengalaminya dengan baik, menghadapi pemain berkaliber gila," kata bek Inter Alessandro Bastoni kepada Sky Sport.