Saat itu, serpihan menyala melintasi langit dekat Florida Selatan dan Bahama. Musk menyebut kejadian itu sebagai “kemunduran kecil.”
Bahkan di awal Januari 2025, Starship sempat hancur di luar angkasa tak lama setelah diluncurkan dari Texas, menjatuhkan puing hingga menyebabkan kerusakan ringan pada kendaraan warga di Kepulauan Turks and Caicos.
Setelah penyelidikan panjang atas insiden bulan Maret, FAA menyatakan telah menutup kasus tersebut dengan kesimpulan bahwa salah satu mesin mengalami kegagalan teknis.
SpaceX mengklaim telah menerapkan delapan langkah perbaikan sebelum peluncuran pada Mei, namun hasilnya tetap belum memuaskan.
Kini, dengan kembali meledaknya roket andalan itu, jalan menuju Mars bagi Elon Musk tampak makin penuh rintangan.
Akankah SpaceX berhasil bangkit dari serangkaian kegagalan ini, atau mimpi menjajaki planet merah harus ditunda entah sampai kapan?