Masalahnya adalah bahwa angka yang ditetapkan dalam klausulnya dengan laporan yang bervariasi mengenai nilai pastinya harus dibayarkan sekaligus, bukan secara mencicil.
BACA JUGA:Barcelona Bajak Kesepakatan Nico Williams, Arsenal Lewat Andrea Berta Lancarkan Pergerakan Senyap
BACA JUGA:Barcelona Telan Ludah Sendiri, Blaugrana Aktifkan Transfer Nico Williams dari Athletic Bilbao
Hal ini sangat mempersulit usaha tersebut, bahkan jika Barcelona tetap yakin bahwa mereka akan mengontrak Nico Williams.
Barcelona Hadapi Masalah Sulit Kesepakatan Nico Williams
Meskipun Barcelona hampir merekrut Nico Williams, mereka menghadapi masalah keuangan yang sulit.
Untuk mendaftarkannya, klub tersebut terpaksa menjual banyak pemain.
Barcelona hampir mendapatkan salah satu talenta terbaik La Liga, Nico Williams. Semua tanda mengarah pada kesepakatan besar yang akan terwujud.
BACA JUGA:Atletico Madrid Incar Andy Roberton, Tapi Liverpool Siap Lepas?
BACA JUGA:Ante Budimir Masuk Target Transfer Xabi Alonso, Striker Baru Dibutuhkan Real Madrid
Namun di balik optimisme itu terdapat persamaan finansial dan pendaftaran pemain yang pelik, tarik menarik antara ambisi membangun kembali dan kenyataan ekonomi yang keras.
Masalah utamanya bukanlah meyakinkan pemain sayap Spanyol itu atau Athletic Bilbao, tetapi bagaimana mendaftarkannya dalam skuad tanpa melanggar peraturan Financial Fair Play La Liga .
Pernyataan presiden La Liga Javier Tebas bahwa "Los Blaugrana" terpaksa menjual pemain telah mengungkap kenyataan pahit, sangat kontras dengan keyakinan para pemimpin klub Catalan tersebut.
Hal ini menempatkan direktur olahraga Deco dalam dilema, memaksanya untuk menyusun rencana terperinci untuk menciptakan ruang yang diperlukan dalam tagihan gaji.
Pada akhirnya, pengejaran Nico Williams lebih dari sekadar transfer.
BACA JUGA:Real Madrid Tanpa Pemain Rp 929 Miliar di Piala Dunia Antarklub
BACA JUGA:Lamine Yamal Kandidat Ballon d'Or, Pep Guardiola: Jangan Bandingkan dengan Lionel Messi