Gunakan phone holder khusus yang tidak mengganggu pandangan ke depan. Tapi ingat, jangan pernah membalas pesan saat motor sedang berjalan.
BACA JUGA:Pemerintah Siapkan Satelit untuk Awasi Ketat Pulau-pulau di Indonesia
BACA JUGA:Pelaku Pelecehan Anak 12 Tahun Diamankan Polres Tangsel, Ditangani Unit PPA
3. Kalau Mendesak, Menepilah
Ada telepon penting? Ada pesan yang harus dibalas? Jangan ambil risiko. Lebih baik berhenti di pinggir jalan yang aman, matikan mesin, baru buka ponsel.
4. Aktifkan Mode ‘Do Not Disturb While Driving’
Banyak smartphone kini punya fitur otomatis ‘Jangan Ganggu saat Berkenda’ yang menonaktifkan notifikasi saat sistem mendeteksi pengendara sedang bergerak.
5. Ingat Tujuan Utama: #Cari_Aman
Tujuan utama dari berkendara bukan untuk cepat sampai sambil chatting, tapi sampai ke tujuan dalam kedaan selamat. Apapun isi pesan atau panggilan, keselamatan harus tetap jadi yang terpenting dan utama.
BACA JUGA:Sinopsis Film Believe: Takdir, Mimpi, dan Keberanian Kisah Prajurit di Tengah Perang
BACA JUGA:Malam 1 Suro 2025 Jatuh Pada Malam Jumat Kliwon, Apa Saja Keistimewaan dan Mitosnya?
“Perlu diingat keselamatan itu bukan hanya tentan bisa naik motor, tapi soal bagaimana mengelola risiko di jalan. Salah satu bentuk risikonya adalah penggunaan ponsel saat berkendara. Jangan sampai karena notifikasi ponsel, nyawa jadi taruhannya. Jadi, mari tanamkan budaya aman dan selamat berkendara dan jangan lupa #Cari_Aman,” lanjut Agus Sani.
Membalas pesan atau menjawab panggilan yang masuk ke ponsel kita memang penting, tapi tidak lebih penting daripada nyawa.
Dengan bijak menggunakan ponsel saat berkendara, kita sudah ikut menjaga keselamatan di jalan raya. Jadilah pengendara yang sadar, bertanggung jawab, dan mau jadi contoh baik buat sesama pengguna jalan.