Kompolnas: Ponsel Korban Bisa Jadi Kunci Penyebab Kematian Diplomat Arya

Rabu 16-07-2025,21:02 WIB
Reporter : Fandi Permana
Editor : Fandi Permana

JAKARTA, DISWAY.ID - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan akan ikut turun langsung menelusuri kematian seorang diplomat yang ditemukan tak bernyawa di sebuah kamar kos kawasan Menteng, Jakarta Pusat. 

Komisioner Kompolnas Chairul Anam mengatakan bahwa timnya telah menerima informasi awal dan siap melakukan pendalaman guna memastikan penyebab kematian yang hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya.

BACA JUGA:Penyebab Kematian Diplomat Kemlu Masih Misteri, Pengamat: Hasil Visum dan Autopsi Harusnya Sudah Keluar

BACA JUGA:Misteri Kematian Diplomat Belum Terkuak, Kriminolog Beberkan Analisanya

"Yang pertama adalah kami akan cek penyebab kematiannya," katanya kepada awak media, Rabu 16 Juli 2025.

Ditegaskannya, meski bahwa banyak spekulasi beredar di publik, termasuk kemungkinan bunuh diri, namun pihaknya belum bisa menyimpulkan apapun tanpa pemeriksaan menyeluruh.

Diterangkannya, pihaknya menyebutkan salah satu fokus utama penyelidikan Kompolnas adalah keberadaan alat komunikasi korban, khususnya telepon genggam (HP). 

Hal ini mencuat setelah keluarga korban mengaku sempat kesulitan menghubungi korban.

BACA JUGA:Terekam CCTV! Penjaga Kost Datangi TKP Diplomat Kemlu Tewas, Polisi Beri Penjelasan

"HP itu jadi sesuatu yang sangat signifikan. Karena ketika keluarganya gak bisa hubungi, lalu minta orang lain ngecek ke lokasi, itu kan sudah mencurigakan. Apakah HP-nya hilang, dipegang siapa, itu yang akan kami telusuri," terangnya.

Ia juga menyoroti pentingnya rekam jejak korban. 

"Apakah korban memiliki riwayat yang berkaitan dengan depresi atau dugaan bunuh diri, itu harus kami pastikan," lanjutnya.

Meski belum bisa mempublikasikan keseluruhan temuan, Anam menyebutkan bahwa pihaknya telah mendapatkan gambaran umum mengenai konstruksi peristiwa.

BACA JUGA:Kejanggalan yang Harus Dijawab Penyidik di Kasus Kematian Diplomat Kemlu

"Soal CCTV, soal orang-orang yang berada di lokasi, termasuk kronologi waktu, kami sudah punya data awal. Tapi semua itu harus diklarifikasi dan didalami sebelum bisa kami simpulkan," ucapnya.

Kategori :