India yang selama ini menjadi importir senjata terbesar kedua di dunia mulai beralih dari pemasok tradisionalnya, Rusia, ke negara-negara Barat termasuk AS, Prancis, dan Israel.
Namun, ancaman tarif, meningkatnya sentimen anti-AS di India, serta tawaran teknologi pertahanan baru dari Rusia berpotensi menghambat pergeseran tersebut.
Sejumlah analis menilai, situasi ini bisa membuat India menunda langkah meninggalkan ketergantungan pada senjata buatan Moskow.
Untuk saat ini, kerja sama pertahanan yang mencakup latihan militer gabungan dan pertukaran intelijen masih berjalan normal.
Tetapi, keputusan akhir soal pembelian alutsista AS akan sangat bergantung pada arah hubungan dagang dan politik kedua negara ke depan.