Dalam wawancara dengan media, Erick Thohir menegaskan bahwa proses naturalisasi mereka sudah berjalan, dan setelah tahap administratif selesai, mereka akan segera memperkuat Garuda.
Erick Thohir juga menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan pemain di sektor depan, mengingat stok pemain di posisi bek sudah cukup banyak.
BACA JUGA:Mees Hilgers Diminati Crystal Palace, Bek Timnas Indonesia Siap Tantang Kerasnya Liga Inggris
BACA JUGA:Ballon d'Or 2025: Persaingan Ketat Ousmane Dembele, Lamine Yamal dan Mohamed Salah
Kontroversi Kualitas Siaran Super League
Sebelum melangkah lebih jauh ke pembahasan tentang FIFA Matchday, perhatian publik Indonesia masih tertuju pada Super League 2025-2026 yang telah memasuki pekan pembukanya.
Namun, alih-alih hanya fokus pada aksi pemain, kualitas siaran pertandingan juga menjadi topik perbincangan.
Sejak awal pekan perdana, pemegang hak siar Indosiar terus mendapat kritik pedas dari netizen.
Banyak penonton yang merasa tayangan Super League tak mengalami perkembangan signifikan dibandingkan musim sebelumnya.
BACA JUGA:Jadwal dan Prediksi Piala Super UEFA PSG vs Tottenham: Debut Spurs, Misi Perdana Les Parisiens!
BACA JUGA:David Alaba Diterpa Rumor ke Arab Saudi, Agen Beri Klarifikasi Tegas
Keluhan pun bermunculan mengenai masalah pengaturan warna yang terlalu terang, gambar kurang tajam, serta pengambilan gambar ulang yang tak tepat.
Bahkan, kualitas gambar yang belum konsisten di 1080p menjadi sorotan utama.
Kontroversi mencapai puncaknya saat laga Bali United kontra Persik Kediri di mana keputusan wasit yang membatalkan gol Bali United di menit ke-29 dipertanyakan.
Ketika layar menayangkan tinjauan VAR, komentar dari Suprio (mantan pemain Timnas Indonesia) mencerminkan kebingungan atas alasan penghapusan gol tersebut.
Setelah ulasan VAR, para netizen langsung menyerbu akun Instagram Indosiar Sport, mengkritik kualitas tayangan yang dianggap tak memadai untuk level profesional.