Meskipun jumlah bantuan fisik yang dibawa armada ini diperkirakan hanya bersifat simbolis—terutama dibandingkan dengan 280 truk bantuan yang dilaporkan memasuki Gaza pada hari Minggu—para penyelenggara menekankan bahwa tujuan utama mereka adalah menciptakan tekanan internasional dan kesadaran global.
Menurut mereka, keberhasilan bukan diukur dari sampainya logistik, tetapi dari guncangnya opini publik dan meningkatnya “biaya politik” bagi Israel jika mereka kembali menggunakan kekerasan.
BACA JUGA:Miris! Jurnalis Gaza Tukar Kamera dan Peralatan Kerja dengan Tepung: Demi Selamatkan Keluarga Saya
Kapal Tambahan dari Tunisia
Gelombang kedua dari misi ini direncanakan akan berangkat dari Tunisia pada 4 September, menambah puluhan kapal lagi ke dalam rombongan.
Ini akan menjadi salah satu misi maritim terbesar sejak Mavi Marmara, dengan partisipasi aktivis dari berbagai latar belakang: iklim, hak asasi manusia, anti-perang, dan gerakan pro-Palestina.
Misi Global Sumud Flotilla kini menjadi ujian bukan hanya bagi Israel, tapi juga bagi komunitas internasional.