PDIP Sadar Kadernya Melukai Hati Masyarakat, Minta Maaf Atas Perbuatan Saderestuwati dan Deddy Sitorus

Senin 01-09-2025,13:35 WIB
Reporter : Anisha Aprilia
Editor : Marieska Harya Virdhani

Dalam pernyataannya saat menjadi tamu di acara TV Nasional, ia membandingkan tunjangan rumah anggota DPR RI Rp50 juta per bulan dan iuran Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat) yang membebani pekerja berpenghasilan UMR (Upah Minimum Regional).

Deddy menyebut perbandingan antara gaji DPR dan pekerja UMR, seperti tukang becak atau buruh, sebagai “sesat logika” dan menggunakan istilah “rakyat jelata” untuk menggambarkan masyarakat berpenghasilan rendah.

Diksi "rakyat jelata" dinilai merendahkan sekaligus menyakiti hati masyarakat Indonesia dan mencerminkan sikap elitis yang memisahkan anggota DPR dari rakyat yang seharusnya mereka wakili, sehingga memicu kemarahan publik.

Kategori :